Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Zen Muttaqin

AKU BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA. HANYA INSAN YANG TERAMANAHKAN, YANG INGIN MENGHIDUPKAN MATINYA KEHIDUPAN selengkapnya

Meyers: Interpol Masuk ke Indonesia

REP | 12 March 2013 | 08:49 Dibaca: 1908   Komentar: 0   1

13630525701755735254

football.thestar.com.my

.

Oz soccer not immune to ‘fixing‘ | The Courier-Mail

.

Pemberantasan Pengaturan Skor dan korupsi di dunia sepakbola di Indonesia, telah mencapai pada tingkat yang sangat parah, sedemikian sehingga tertengerai adanya pengaturan skor dan judi merambah di pertandingan Usia dini, di bawah yunior bahkan di usia 13.

Hal ini sudah tidak bisa lagi ditolerir, memang harus dihancurkan sampai akar akarnya. PSSI menyadari dengan begitu besar tekanan dari FIFA dan juga seluruh Asosiasi anggota FIFA di seluruh Dunia.

Pasca di canangkannya pemberantasan pengaturan skor dan korupsi diasia, maka AFC memulai bersama sama Interpol, dengan tertangkapnya sindikat International dari singapura, yang terus menjarah ke Malaysia dan Indonesia.

Dengan cepat PSSI mengundang dan menawarkan pekerjaan untuk memberantas pengaturan skor dan korupsi, di seluruh level pertandingan sepakbola di Indonesia

Meyer adalah Kepala Konsultan ( a consulting chief business officer ), yang dikontrak oleh PSSI. Meyer menyebutkan, bahwa dirinya sangat terpana ketika mendengar adanya upaya rumah judi illegal telah merambah kegiatan pengaturan skornya di sepakbola usia dini.

Meyer melihat fenomena pelaku criminal yang demikian memprihatinkan, setelah PSSI mengundang dan menawarkan pekerjaan untuk memberantas di seluruh level pertandingan sepakbola di Indonesia.

Meyer mengatakan bahwa PSSI telah mengontrak lembaga anti korupsi bergengsi dan berwibawa, setelah adanya indikasi 700 pertandingan yang terkontaminasi oleh pengaturan pertandingan, di seluruh dunia.

Adalah suatu kegiatan yang tak adil ketika berjuta manusia menyaksikan pertandingan, namun mereka tak pernah menyadari bahwa sudah terjadi pengaturan skor dalam pertandingan. Pejudi illegal, bahkan sudah mengetahui pertandingan2 penting dan telah mereka kendalikan,

Meyers mengatakan, bahwa dia tahu tanda tanda wasit korup di pertandingan, contohnya apabila satu kancing bajunya terbuka, maka harus berakhir dengan beda satu gol, 2 kancing terbuka artinya beda 2 gol, Ini bukan kalah atau menang, namun peluang dan variantnya, yang dapat di sajikan.

Pusat 2 judi illegal juga mentargetkan pertandingan2 sepakbola usia muda, bahkan dibawah 13 tahun, hal ini memang sudah sangat memprihatinkan.

Semua itu dikendalikan melalui website dengan password dan, code words.

Namun demikian, menurut Meyers, website ini telah dihack oleh yang berwenang, dan terlihat bagaimana pengaturan pertandingan dijalankan.

Tidak cukup hanya hasil yang diharapkan, namun lebih detil pengaturannya, siapa yang mengambil sepak pojok pertama, yang kemudian di keluarkan dan diganti dengan pemain baru, dan seterusnya. Jadi tidak hanya nama pelaku namun aktivitasnya juga terpantau dan tercatat didalam catatan mereka di computer mereka.

Meyer melanjutkan, ketika kita sering menyaksikan pemain bertanding dilapangan, sering bertanya-tanya mengapa mereka melakukan itu, atau mengapa tidak seorang pemain pergi untuk mengatasi itu. Hal seperti Inilah data data yang merupakan bahan analisa investigasi.

Meyer menengerai, Ini preman dapat memanipulasi pemain dan ofisial dan itu cukup banyak yang tidak terkendali.”

Meyer mengatakan negara tetangga terdekat Australia telah melihat aktivitas yang mencurigakan yang memberitahu FIFA untuk menyelidiki Piala Dunia FIFA 2014 kualifikasi.

Indonesia tahun lalu kalah 1-10, dari Bahrain ketika prakualifikasi Worldcup, dimana Bahrain memerlukan kemenangan dengan 9 gol tanpa balas untuk bisa mengatasi Arab masuk ke babak berikutnya ,

Meyer mengatakan peristiwa Bahrain adalah pertandingan yang tampaknya merupakan iklan terang-terangan ke unit anti-korupsi, bahwa mereka menunjukkan kekuatan dan otoritasnya di dunia kejahatan.

Meyer mengatakan, bahwa kalau kamu ingin menjadi pengatur pertandingan sebagai organisasi, maka anda harus menunjukkan kepada semua klien, bahwa anda memiliki kekuasaan untuk itu.

PSSI tersangkut begitu kental didalam korupsi pengaturan skor, secara diam diam kami telah menyelidiki bersama dengan grup2 investigator di asia.dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini

Kami meminta PSSI untuk saling membantu kami dan PSSI. Kami meminta PSSI bersama sama kami, sebagai satu Tim, satu barisan, satu petunjuk, mengikuti permainan kami sepenuhnya.

Terutama setelah pertandingan Bahrain itu. Permainan yang terjadi sangat mencurigakan dan itu memalukan bagi Indonesia. Dan Kami meminta bantuan mereka di Asia.”

Bahkan Australia juga tak terhindar dari kemungkinan telah terjangkitnya sindikat international pengaturan skor di sepakbola.

Kini data data dan seluruh modus operandi dan nama serta pemain dan juga official termasuk wasit pelatih dan pengurus PSSI, telah terrekam dan tercatat didalam catatan investigasi pihak yang berwenang.

Kini tinggal menunggu saatnya Interpol dan FIFA, menjalankan misi pemberantasannya di Indonesia.

.

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

.

Jakarta, 12 Maret 2013

.

Zen Muttaqin

.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Apakah Pedofili Patut Dihukum? …

Suzy Yusna Dewi | | 19 April 2014 | 09:33

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Perlukah Aturan dalam Rumah Tangga? …

Cahyadi Takariawan | | 19 April 2014 | 09:02

Memahami Skema Bantuan Beasiswa dan Riset …

Ben Baharuddin Nur | | 18 April 2014 | 23:26


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 4 jam lalu

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazerâ„¢ | 11 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 12 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: