Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Palti Hutabarat

Hanya ingin berbagi reportase dan opini. Semoga bermanfaat bagi semua kompasianer. Staf Perkantas Riau. Inisiator Jaringan selengkapnya

Dicari, Investor untuk IPL

OPINI | 22 February 2013 | 08:28 Dibaca: 893   Komentar: 0   0

Tanpa berita yang jelas di media massa dan juga situs PSSI, Kompetisi Indonesia Premier League (IPL) menunda pertandingan yang seyogyanya akan dilakukan pada tanggal 20 dan 21 Februari. Tulisan saya sebelumnya hanya memprediksi beberapa pertandingan batal atau tertunda, ternyata prediksi saya meleset, semua pertandingan ternyata ditunda.

Hal ini saya ketahui karena sampai sekarang tidak tampak hasil pertandingan partai tanggal 20 dan 21 Februari. Di situs resmi FIFA pun tidak ada update hasil pertandingan. Yang masih ada adalah hasil pertandingan tanggal 16 Februari lalu. Ada apa gerangan dengan liga resmi yang mempunyai slogan mandiri dan profesional ini?

Ternyata problemnya masih seputar dana. JPPN mencatat ada beberapa klub yang masih mengalami kesulitan dana dan akhirnya tidak mampu untuk melaksanakan pertandingan. Mereka menagih janji PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) untuk memberikan dana talangan sebesar Rp 1 miliar yang telah dijanjikan.

“Tim sudah ada, tapi masalah kami di dana. Kami sudah tanda tangan MoU bahwa ada dana Rp 1 miliar. Tapi, sampai sekarang dana itu tak kunjung turun,” ucap Sekretaris Umum klub PSLS Lhokseumawe Syamsul Bahri.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Bambang Sucipto, CEO PT Persija Jaya, pengelola Persija IPL. Dia menyebutkan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menyerahkan draft kontrak pemain. Karena itu, klubnya disebut belum memenuhi persyaratan administrasi.

“Di MoU ada soal dana talangan itu. Dan itu yang akan kami jadikan modal awal sembari mencari sponsor. Kalau itu saja tidak ada, bagaimana kami jalan,” paparnya.

Lelaki berkumis itu enggan mencari dana dari pihak ketiga terlebih dahulu karena takut kembali menjadi masalah di belakang karena berhutang, tapi tak mampu menutupi. Karena itu, jika tak kunjung jelas, Bambang memilih untuk mengistirahatkan timnya dahulu.

“Nggak apa-apa Nggak jalan, kalau hutang nanti susah nyelesaiinnya kaya yang sudah-sudah. Kalau tidak jalan, resikonya paling degradasi,” ucapnya enteng.

Lalu apa tanggapan LPIS? Saat dikonfirmasi oleh JPPN, CEO PT LPIS Widjajanto menyebutkan bahwa tidak ada MoU. Mereka hanya sebatas mendatangani sebuah pakta yang akan dikucurkan jika dana dari investor turun. jumlahnya variatif, antara Rp 1,5 miliar dan Rp 2 Miliar. Sementara, sejauh ini, investor yang akan mengucurkan dana kepada PT LPIS memang masih belum menemui kata sepakat. MNC grup yang sebelumnya siap memberi dana talangan awal juga mengubah perjanjian dengan hanya membuat sebuah broadcasting agreement, bukan lagi sebagai investor.

“Nanti yang didapat hanya hak siar. Tapi, untuk nilainya akan lebih merata dan adil bagi klub, tidak seperti yang dulu,” tandasnya.

Inilah hal yang belum bisa diselesaikan PT LPIS sehingga pertandingan akhirnya ditunda. LPIS belum mendapatkan investor. Padahal sebelumnya LPIS sudah mempublikasikan bahwa mereka telah sepakat dengan Newscorp dan mendapat dana miliaran rupiah. Tapi sayangnya kesepakatan hilang begitu saja.

Jika LPIS tidak kunjung mendapat investor, maka IPL terancam akan bubar dengan sendirinya. Mengapa? Karena akan banyak klub yang meliburkan diri. Bahkan siap jika dikenai sanksi degradasi. Lalu apa jadinya jika IPL hanya diikuti oleh 8 klub?

Sangat menyedihkan jika akhirnya harus melihat liga resmi yang tercatat di situs FIFA ini berakhir tragis. Mengapakah tidak ada yang mau jadi investor IPL? Bukankah ini adalah liga resmi?

Adakah yang bisa menolong IPL mendapatkan investor? Tolonglah bantu PT LPIS agar IPL bisa segera berjalan dengan lancar. Karena jika terus menunda pertandingan, maka liga ini sangat mungkin akan bubar dalam waktu dekat.

Salam.

Tags: freez lpis ipl

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 5 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Jangan Bikin Stress Suami, Apalagi Suami …

Ifani | 10 jam lalu

Ahok, Sang Problem Solving …

Win Winarto | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Tokoh ISIS Perintahkan: “Eksekusi …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Pesawat Terbesar Dunia Airbus A380 Hadir …

Muhamad Kamaluddin | 7 jam lalu

Aceh dan Mimpi yang Belum Berhenti …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Untuk Pengarang Pemula yang Mabuk Gaya …

Revo Samantha | 8 jam lalu

Forever Love …

Bapake Azka | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: