Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Sang Juara

seorang juara selalu mencari kesempatan seorang yang kalah selalu mencari alasan

Memahami Makna Road Map PSSI (Football Association of Indonesia)

OPINI | 19 February 2013 | 23:06 Dibaca: 589   Komentar: 0   1

Salam Perjuangan

Memaknai kata Road Map seperti yang diajukan oleh PSSI saat sidang EXCO FIFA seharusnya kita tidak perlu salah interpretasi lagi. Arti Road Map sendiri adalah Peta Jalan, alias langkah-langkah yang akan dilakukan oleh PSSI untuk menyelesaikan masalah internalnya.

Sudah jelas, yang namanya langkah-langkah, ya yang harus ditapaki adalah step by step, alias harus bertahap mulai point ke-1 sampai point ke-4. Jadi tidak bisa Road Map ini langsung melangkah menuju step 4. Laksana ujian, kita seharusnya melewati ujian SD dulu sampai berlanjut ke Perguruan Tinggi.

Berikut kronologis yang seharusnya dijadikan pijakan.

  1. Unifikasi Liga —> ISL dan IPL jadi satu di bawah PSSI
  2. Kembalinya 4 EXCO —-> seharusnya bisa, karena akhirnya PSSI melunakkan dengan tanpa syarat
  3. Revisi Statuta —> terkait dengan interpretasi masalah voter dalam kongres dimana sebelumnya terjadi dispute tentang yang disangkakan pelanggaran statuta oleh 4 EXCO kepada PSSI
  4. Ketiga point diatas disyahkan dalam kongres yang berdasarkan voters SOLO

Jadi, makanya kalo point 4 dulu yang dilakukan malah menimbulkan makna lain-lain… Entah itu wacana penggantian Ketum atau apapun isunya, tidaklah perlu dilakukan karena keluar dari makna Road Map ini sendiri.

Itulah kenapa langkah penyelesaian ini dinamakan Road Map, bukan Point Penyelesaian Masalah PSSI. Ingat..!!! FIFA menganggap ini masalah internal PSSI, bukan masalah dualisme kepengurusan. Tidak ada satupun FIFA menyebut masalah ini sebagai masalah dualisme.

Dari point Road Map inipun tidak menyebut adanya penyelesaian dualisme kepengurusan. Hanya masalah dualisme Liga, pembangkangan 4 EXCO yang disuruh kembali lagi, dan revisi statuta. Dan ketiganya ini akan diputuskan alias disyahkan dalam kongres sebelum deadline FIFA 30 Maret 2013.

Jadi menurut teman-teman, benarkah langkah yang dilakukan Menpora ini menurut FIFA…???

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 4 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 7 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 10 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 10 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pengalaman Belajar Sosiologi Bersama Pak …

Rachel Firlia | 8 jam lalu

Rokok atau Calon Istri? …

Gusti Ayu Putu Resk... | 8 jam lalu

Dampak Moratorium PNS …

Kadir Ruslan | 8 jam lalu

Membudayakan Menilik Orang Bukan Dari …

Wisnu Aj | 8 jam lalu

Hilangnya Kodok Pak Lurah …

Muhammad Nasrul Dj | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: