Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Didit Pohan

Sarjana Ekonomi, Karyawan Bank Swasta, Penduduk asli kota Medan dan Single.

Berita Sepakbola Dalam Negeri; Ganti Channel!

OPINI | 24 January 2013 | 02:28 Dibaca: 829   Komentar: 0   0

Mungkin bukan kebiasaan saya saja, mungkin hal berikutĀ  kini sudah menjadi kebiasaan yang Anda jika sudah mendengar tajuk berita sepakbola tanah air maka satu hal yang akan dilakukan yaitu : Ganti channel!. Ketika mata kita sudah di manjakan oleh Top 10 gol- gol indah dari pemain- pemain liga top Eropa dan review pertandingan selama sepekan, tentang Messi yang sukses meraih penghargaan Ballon D ‘ Or ke-4 nya atau tentang kegemilangan Van Persie bersama Manchester United maka ketika pembaca berita menarasikan : ” Ya..kita beralih ke kabar sepakbola dalam negeri, berita terbaru datang dari perseturuan antara PSSi dan KPSI bla bla bla…. ” maka bagi saya, jujur, tanpa pikir panjang saya akan langsung mengganti siaran televisi saya ke stasiun televisi lain.

Bukan tanpa alasan, bagi saya tetap mendengar berita tentang terpuruknya sepakbola kita membuat hati saya bergemuruh. Ingin berbuat tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana. Hanya bisa mendengar dan mendengar. Sepakbola, yang sekali lagi menurut saya adalah olahraga yang paling merakyat dan di sukai oleh seluruh rakyat di negeri ini telah menjadi komoditi konflik yang di dasari oleh kepentingan oknum- oknum yang hanya mementingkan ego diri dan kelompoknya sendiri. PSSI dengan liga dan Timnas-nya sendiri dan KPSI dengan liga dan Timnas-nya sendiri.

Apakah ini? Inikah rasa terimakasih mereka atas euforia penikmat sepakbola di dalam negeri ini. Yang rela berjejal- jejalan mengantri demi mendapatkan tiket hanya untuk menyaksikan tim kesayangan di kotanya berlaga? Atau demi TKI yang berduyun- duyun hadir di stadiom lepas bekerja demi mendukung Timnas Indonesia bermain di negeri jiran, walaupun untuk itu mereka harus mendapat intimidasi dari pendukung tim lawan yang notabene adalah tuan rumah?

Pada akhirnya saya pribadi hanyalah seorang penikmat sepakbola. Saya menikmati saat dimana saya menonton bola di layar televisi, menikmati saat menyaksikan tim amatir bertanding memperebutkan Piala Camat, menikmati bermain bola bersama teman- teman di lapangan, menikmati permainan bola di konsol game, tapi maaf… Untuk yang namanya berita sepakbola dalam negeri,jujur untuk sekarangĀ  saya belum menikmatinya

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 11 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | 8 jam lalu

Si Bintang yang Pindah …

Fityan Maulid Al Mu... | 8 jam lalu

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | 8 jam lalu

Jokowi Mirip Ahmadinejad …

Rushans Novaly | 8 jam lalu

Alternatif Solusi Problem BBM Bersubsidi …

Olivia | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: