Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Zen Muttaqin

AKU BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA. HANYA INSAN YANG TERAMANAHKAN, YANG INGIN MENGHIDUPKAN MATINYA KEHIDUPAN selengkapnya

Arema IPL yang Bermasalah

REP | 27 December 2012 | 18:10 Dibaca: 2298   Komentar: 0   1

13566061541806919688

Football Indonesia @Footballnesia

@Footballnesia Kisruh Arema IPL

Tolong disikapi dewasa ya, karena ini memang realita yang ada. Jadilah suporter yang cerdas!
Footballnesia 1 hour ago
1. Saya akan bongkar sejenak tentang kekisruhan yang ada di dalam Arema IPL, terutama sejak adanya 2 tim yg klaim sbg Arema yg sah
Footballnesia 1 hour ago
2. Memang dalam hal ini, di antara Arema Cronous dan Arema IPL, semua sdh paham bahwa Arema yg asli, ber-TMS FIFA adalah Arema IPL
Footballnesia 1 hour ago
3. Arema IPL yg jg menggunakan PT Arema Indonesia ini adalah Arema resmi dari Yayasan Arema yg diketuai M Nur dan bendahara Rendra Kresna
Footballnesia 1 hour ago
4. Itu tak akan sy bahas krn pernah sebelumnya dibahas tentang peta Arema IPL-Arema Cronous. Cek favorit
Footballnesia 1 hour ago
5. Saya hanya akan bahas apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh Arema IPL yang dinaungi Ancora Resources, Tbk milik Gita Wirjawan
Footballnesia 1 hour ago
6. Arema IPL sesungguhnya adalah representasi PT Arema Indonesia utk arungi IPL dgn gandeng Ancora utk investor
Footballnesia 1 hour ago
7. Dan ketika itu dipilihlah Winarso untuk jadi CEO Arema IPL hingga kisruh beberapa bulan lalu
Footballnesia 1 hour ago
8. Sampai hari ini pun, CEO Arema Indonesia IPL ini adalah Winarso, bukan Fanda Soesilo seperti yang diberitakan di media. Mengapa?
Footballnesia 1 hour ago
9. Usut punya usut, ternyata ada maksud lain dari Fanda ini untuk ‘mengaku’ sebagai CEO Arema IPL
Footballnesia 1 hour ago
10. Terlebih ketika Ancora menunjuk Vero yg akhirnya justru memasukkan tangan-tangan ADT ke Arema IPL melalui Nursalam-Abriad i
Footballnesia 1 hour ago
11. Siapa itu Nursalam? Nursalam Tabusalla adalah adik ADT yg kini ‘kata media’ menangani Arema IPL di bawah kendali ADT
Footballnesia 1 hour ago
12. Sedangkan Abriadi adalah mantan ketua panpel Arema, se-komplotan dgn mafia Arema seperti Haris dan Sudarmaji
Footballnesia 1 hour ago
13. Abriadi kini ditunjuk jadi manajer Arema IPL menggantikan Rizky Dahlan yg cuma manajer ‘abal-abal’ pada AFC Cup lalu
Footballnesia 1 hour ago
14. Sehingga tangan-tangan ADT begitu leluasa memainkan Arema IPL saat ini melalui orang-orang tersebut
Footballnesia 1 hour ago
15. Nah, kembali ke Fanda. Mengapa Fanda terlihat begitu berkuasa di Arema IPL di media-media?
Footballnesia 1 hour ago
16. Jawabnya adalah: Fanda ingin menguasai seluruh aset dan tim Arema IPL dgn cara membentuk PT baru bernama PT Bina Nusa
Footballnesia 1 hour ago
17. PT Bina Nusa ini PT baru yg dibentuk Fanda Susilo untuk rekayasa pengalihan dana dari Ancora sehingga menon-aktifkan PT Arema Indonesia
Footballnesia 1 hour ago
18. Sebelumnya, dana dari Ancora dikelola PT Arema Indonesia melalui Winarso sbg CEO, namun Fanda bikin PT baru agar dana dia kelola
Footballnesia 1 hour ago
19. Fanda bertindak seolah2 dirinya CEO tim dengan menampung alokasi dana Ancora yg seharusnya ke PT AI, menjadi ke PT Bina Nusa
Footballnesia 1 hour ago
20. Padahal, hingga kini Fanda tak punya jabatan apapun dalam struktur PT Arema Indonesia ataupun yayasan Arema yg diketuai M Nur
Footballnesia 1 hour ago
21. Bukan hanya itu. Fanda ini juga org yg berperan besar dalam proses pelengseran Winarso (lebih tepatnya pengkerdilan kekuasaannya)
Footballnesia 59 minutes ago
22. Setelah Winarso lengser, sebenarnya Vero sempat menunjuk Susanto utk jadi Dirut Arema IPL, namun lagi2 Fanda lokalisir kewenangannya
Footballnesia 58 minutes ago
23. Hingga akhirnya Fanda makin berkuasa di Arema. Padahal, Fanda tak punya jabatan apa-apa di Arema IPL
Footballnesia 57 minutes ago
Content from Twitter
24. Oh iya, Susanto yg ditunjuk Vero ini sekarang menjadi CEO Persegres Jaka Samudra Gresik setelah dia ‘dilengserkan’ Fanda dari Arema
Footballnesia 58 minutes ago
25. Bukti bahwa Fanda tak punya kuasa apa-apa atas Arema adalah di pertandingan IPL terakhir melawan Bontang FC
Footballnesia 57 minutes ago
26. Ketika itu, administrasi yg masuk ke PSSI/LPIS utk Arema IPL masih dengan CEO Winarso, BUKAN Fanda Susilo
Footballnesia 56 minutes ago
27. Padahal, Fanda Susilo ini berkuasa penuh atas dana yg diterima dari Ancora - yg ditelikung dari PT Arema Indonesia
Footballnesia 55 minutes ago
28. Nah, mengapa ada dua Arema IPL? Masih ada hubungan dgn pembagian saham. Pernah sy bahas, sila stalking/cek favorit
Footballnesia 54 minutes ago
29. Yang jelas, sumbu bom di Arema IPL sudah semakin mndekati meledak. Akan ada pertarungan antara PT Arema Indonesia dan PT Setia Bina Nusa
Footballnesia 53 minutes ago
30. Dan salah satunya tentu saja dibekingi oleh Andi Darusalam Tabusala (ADT) utk singkirkan Iwan Budianto dari Arema Cronous
Footballnesia 51 minutes ago
31. Somasi M Nur-ADT utk Arema Cronous kemarin pun juga salah satu cara ADT ingin menguasai Arema kembali
Footballnesia 50 minutes ago
32. Apa hubungan ADT dan Arema? ADT ini orang yang ‘membantu’ Arema juara di ISL 2009/10 sebagai klub percontohan kala itu
Footballnesia 50 minutes ago
33. Dengan pelatih penipu besar (katanya pelatih Timnas Korsel, tetapi sbnrnya SSB di Singapura), ADT bikin rekor dunia menang di Wamena
Footballnesia 49 minutes ago
34. Bahkan di balik somasi ADT dan M Nur ke Arema Cronous, ada sosok Peter Sondakh di belakangnya
Footballnesia 47 minutes ago
35. Siapa itu Peter Sondakh? Mungkin @TrioMacan2000 juga tahu. Peter Sondakh adalah miliuner negara ini
Footballnesia 46 minutes ago
36. Dulu, Peter Sondakh ini yang memiliki PT Excelcomindo Axiata (XL) dan bos PT Rajawali hingga sekarang
Footballnesia 46 minutes ago
37. Usut punya usut, Peter Sondakh ini juga ingin kuasai Arema, terutama Arema yg resmi di bawah FIFA, yaitu Arema Indonesia (IPL)
Footballnesia 45 minutes ago
38. Jadi, sekarang ada 3 pihak yang ingin kuasai Arema IPL. Pihak Ancora via PT Bina Nusa, pihak yayasan via M Nur, dan Peter Sondakh
Footballnesia 44 minutes ago
39. Semua ada misi sendiri-sendiri . Misi paling mudah ditebak adalah misi ADT yg ingin singkirkan Iwan Budianto yg jg musuh besarnya
Footballnesia 42 minutes ago
40. Dan semua mengklaim miliki Arema IPL. Namun dlm klaim ini, posisi ADT/Ancora lemah krn tak punya legalitas atas nama Arema
Footballnesia 41 minutes ago
41. Posisi ADT-Ancora di Arema lemah, krn selembar saham pun tak punya. Beda dgn Yayasan yg punya saham di M Nur dan Sam Ikul
Footballnesia 39 minutes ago
42. Memang, sesuai prediksi saya, Arema IPL maupun Arema Cronous ini masing2 punya bom waktu yg siap meledak kapanpun
Footballnesia 38 minutes ago
43. Terlebih Arema IPL krn Arema ini punya legalitas kuat hingga diperebutkan banyak pihak dgn kepentingan masing-masing
Footballnesia 37 minutes ago
44. Itulah sebabnya Arema ISL dampleng PT Pelita Jaya Cronous utk melegalkan mrk dan ubah logo plus CEO jadi Iwan Budianto
Footballnesia 36 minutes ago
45. Demikian kultwit siang ini. Semoga mencerahkan, selamat liburan, selamat makan siang dan #sekian

===================

.

Semakin dekat tenggat waktu, bergulirnya ISL yang menurut rencananya akan menjalani kompetisi mulai 5 januari 2013, mendatang, ternyata semua itu hanyalah retorika belaka, begitu banyak permasalahan yang mendera Klub2 dibawah ISL/PT LI, selain maraknya tunggakan gaji yang hingga kini belum memperoleh titik terangnya.

Disamping masalah gaji, tidak kalah kronisnya adalah masalah gonjang ganjingnya sementara Klub2 yang ditengerai tak memiliki legalitas sebagai Klub yang dikelola dibawah badan hukum yang syah, Dan ternyata hingga kini masih menyisakan luka2 sejarah yang kronis.

Salah satunya adalah Klub Arema, yang sudah mafhum adanya dua Arema yang ikut kompetisi liga IPL dan ISL. Yang masing masing sudah jelas menjalani pada jalurnya masing2.

Dan hingga kini, memang yang telah memiliki legalitas yang jelas adalah Arema IPL, dan Arema ISL hingga kini terkatung katung, malah kemudian dimerger dan diakuisisi oleh Pelita Jaya Chronous, yang melepaskan Klub Pelita Jaya menjadi Klub Pelita Bandung Raya, sementara tak satupun perangkat pelita masuk di Pelita bandung raya, dan eksodus bedol desa menuju Arema ISL.

Kalau Arema ISL sudah jelas memang dibiarkan mati dan tak lagi diberi kesempatan oleh ADT, dengan keluarnya surat somasi yang dilayangkan oleh ADT kepada PT Pelita Jaya Chronous tentang keabsyahan Arema ISL. Dengan demikian sudah jelas nasib Arema ISL Tamat.

Menurut Footballnesia, kekisruhan justru melanda didalam Arema IPL, terutama sejak adanya 2 tim yang menganggap Arema yang sah, sementara yang terlihat di permukaan ada masalah, diantara Arema Cronous dan Arema IPL, dan semua paham bahwa Arema yang asli, ber-TMS FIFA adalah Arema IPL.

Arema IPL menggunakan PT Arema Indonesia, adalah Arema resmi dari Yayasan Arema yg diketuai M Nur dan bendahara Rendra Kresna, Justru yang menjadi masalah adalah perseteruan dan pertikaian diantara pihak pihak yang merasa memiliki didalam Arema IPL.

Apa sebenarnya yang terjadi dalam Arema IPL, yang dinaungi Ancora Resources, Tbk Milik Gita Wirjawan, Arema IPL sesungguhnya adalah representasi PT Arema Indonesia dalam mengarungi IPL, menggandeng Ancora sebagai investor, Dan ketika itu dipilihlah Winarso untuk jadi CEO Arema IPL hingga, terjadi  kisruh beberapa bulan lalu

Sampai hari ini pun, CEO Arema Indonesia IPL ini adalah Winarso, bukan Fanda Soesilo seperti yang diberitakan dimedia. Mengapa?, ternyata ada maksud lain dari Fanda Soesilo, untuk ‘mengaku’ sebagai CEO Arema IPL, Terlebih ketika Ancora menunjuk Vero.

Dan dari Vero inilah akhirnya masuk tangan-tangan ADT ke Arema IPL melalui Nursalam dan Abriadi, Nursalam Tabusalla adalah adik ADT , yg kini ‘kata media’ menangani Arema IPL dibawah kendali ADT

Sedangkan Abriadi adalah mantan ketua panpel Arema, sekomplotan dengan Haris dan Sudarmaji, Abriadi kini ditunjuk jadi manajer Arema IPL menggantikan Rizky Dahlan yg cuma manajer ‘abal-abal’ pada AFC Cup lalu, Sehingga tangan-tangan ADT begitu leluasa memainkan Arema IPL melalui orang-orang tersebut

Fanda, terlihat sangat berkuasa di Arema IPL, menurut pemberitaan di media-media?.  Ternyata Fanda ingin menguasai seluruh aset dan tim Arema IPL dgn cara membentuk PT baru bernama PT Setia Bina Nusa, PT Setia Bina Nusa ini PT baru yg dibentuk Fanda Susilo untuk rekayasa pengalihan dana dari Ancora tanpa melalului PT Arema Indonesia, pengelola sah Arema IPL.

Sebelumnya, dana dari Ancora dikelola PT Arema Indonesia melalui Winarso sbg CEO, namun Fanda memotong aliran ini, dengan membuat PT baru agar dana dia kelola dibawah kendali PT Setia Bina Nusa. Fanda bertindak seolah2 dirinya CEO tim dengan menampung alokasi dana Ancora yg seharusnya ke PT Arema Indonesia, menjadi ke PT Setia Bina Nusa

Padahal, hingga kini Fanda tak punya jabatan apapun dalam struktur PT Arema Indonesia ataupun yayasan Arema yang diketuai M Nur. Fanda juga berperan besar dalam proses pelengseran Winarso (lebih tepatnya pengkerdilan kekuasaannya)

Setelah Winarso lengser, sebenarnya Vero sempat menunjuk Susanto menjadi Dirut Arema IPL, namun lagi2 Fanda memotong kewenangannya, Hingga akhirnya Fanda berkuasa di Arema. Padahal, Fanda tak punya jabatan apa-apa di Arema IPL

Bukti bahwa Fanda tak punya kuasa apa-apa atas Arema adalah di pertandingan IPL terakhir melawan Bontang FC, Ketika itu, administrasi yang masuk ke PSSI/LPIS untuk Arema IPL masih dengan CEO Winarso, BUKAN Fanda Susilo

Padahal, Fanda Susilo ini berkuasa penuh atas dana yg diterima dari Ancora yang ditelikung dari PT Arema Indonesia.

Yang jelas, sumbu bom di Arema IPL sudah semakin mndekati meledak. Akan ada pertarungan antara PT Arema Indonesia dan PT Setia Bina Nusa dalam memperebutkan Arema IPL, dibawah PT Arema Indonesia yang dimiliki oleh Yayasan Arema, ataukah PT Setia Bina Nusa yang tidak ada sama sekali mengandung Yayasan Arema.

Yang menjadi rumit adalah pertanggung jawaban keuangannya, pengguna anggaran adalah PT Setia Bina Nusa, sementara yang resmi tercatat adalah PT Arema Indonesia, karena adanya pembelokan dana, akhirnya PT Arema Indonesia sendiri tak memiliki catatan pemasukan dan pengeluaran dari Ancora.

Sementara Arema Pelita dibawah Iwan Budianto jelas sudah tak lagi bisa berkutik , karena ADT dengan gigihnya menyingkirkan Pelita Chronous, dari Arema. Tentu dengan hengkangnya Pelita Chronous, maka menurut hemat ADT, Arema ISL akan bisa digabung kembali menjadi satu Arema dibawah ADT dibawah PT Setia Bina Nusa.

Kini justru pertarungannya adalah perebutan Arema IPL, yang diperebutkan antara 3 pihak yang merasa memiliki kontribusi kepada Arema, Yaitu pihak pertama, Yayasan Arema pemegang hak dan saham atas PT Arema Indonesia yang memiliki keabsyahan sebagai Klub dibawah FIFA/PSSI. Dan catatan di PT LPIS sampai kini belum pernah berubah.

Pihak kedua adalah PT Setia Bina nusa yang dibelakangnya adalah PT Ancora yang memberi sokongan keuangan selama ini, melalui PT Setia Bina Nusa dibawah Fanda Susilo. Dan pihak yang ketiga adalah Petersondakh, yang akhirnya menginginkan Klub Arema kembali ketangannya.

Tetapi dari segi hukum dan aturan yang ada, maka Yayasan pimpinan M Nur dan samikul, lah yang memiliki posisi hukum yang paling kuat, dan tentu posisi ADT serta PT ancora lemah, karena ternyata pendanaan yang dialirkannya tidak masuk kedalam siistem keuangan PT Arema Indonesia, malah ditampung di PT Setia Bina Nusa, yang dipimpin Fanda susilo, dan pertanggung jawabannya terlepas dari PT Arema Indonesia.

Kalau toh ada perhitungannya, mesti melalui audit dan hanya bisa diterima sebagai penyandang dana, tetapi tidak memiliki Arema Indonesia. Jadi PT Ancora hanya berdiri sebagai penyandang dana saja. Bagi kelangsungan Arema IPL, hingga kini bukan pemegang saham PT Arema Indonesia.

Demikianlah carut marutnya pengelolaan dan pengguliran Klub yang diwarnai oleh segala macam cara, pat gulipat, mengakali aturan dan peraturan yang ada, demi mencapai tujuannya, Arema adalah salah satu masalah Klub yang paling parah lika liku dan pettikaian dan perebutan Klub. Tanpa mempedulikan jalannya Klub dan hubungannya dengan para supporter .

Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, betapa pentingnya melaknsakan kompetisi dengan mengikuti aturan dan hukum yang berlaku, sehingga semua akan terlihat jelas pertanggungjawabannya.

Justru sangat mendesak penegakan aturan dan penegakan Statuta PSSI, benar2 menemukan saat dan momentumnya, untuk senantiasa berjalan menuju sepakbola yang baik dan bermartabat.

Tentu setiap pertikaian dan perseteruan akan melahirkan kubu2 berlawanan dan permusuhan serta pertarungan yang tidak perlu, hingga bisa berimbas kepada masa dibawah, di grassroot.

Jalinlah kehidupan dengan taati peraturan, saling menghormati dan menghargai satu sama lain dan menjalin kebersamaan dan persaudaraan dalam kehidupan sebagai satu Bangsa Indonesia.

Tegakkan Statuta, dan tegakkan Hukum yang berlaku secara murni dan konsewken.

.

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

.

Jakarta, 27 Desember 2012

.

Zen Muttaqin

.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerbau Disembelih, Tanduknya Jadi Sumber …

Leonardo | | 31 July 2014 | 14:24

Aborsi dan Kemudahannya …

Ali Masut | | 01 August 2014 | 04:30

Di Pemukiman Ini Warga Tidak Perlu Mengunci …

Widiyabuana Slay | | 01 August 2014 | 04:59

Jadilah Muda yang Smart! …

Seneng Utami | | 01 August 2014 | 03:56

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Perbedaan Sindonews dengan Kompasiana …

Mike Reyssent | 13 jam lalu

Lubang Raksasa Ada Danau Es di Bawahnya? …

Lidia Putri | 17 jam lalu

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 21 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 31 July 2014 09:31

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 31 July 2014 09:01

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: