Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Timnas Indonesia Menatap Kualifikasi Piala Asia 2015

REP | 01 December 2012 | 23:33 Dibaca: 1977   Komentar: 0   1

Hiruk pikuk piala AFF 2012 sudah berakhir bagi Timnas Indonesia. Kali ini Indonesia gagal di penyisihan grup B. Hasil yang mengecewakan, setelah sebelumnya Indonesia menjadi runner-up Piala AFF 2010. Indonesia harus kembali mengubur cita-citanya untuk membawa pulang piala AFF 2012, karena selama penyelenggaraan piala AFF indonesia belum pernah sekalipun mengecap juara.

Namun, Timnas Indonesia tidak boleh larut terus dalam kesedihan akibat kegagalan kali ini. Sebab, Kualifikasi Piala Asia 2015 akan di mulai pada tahun 2013 nanti. Indonesia berada di grup C  bersama Irak, Cina, Arab Saudi. Untuk bisa tampil di putaran Final piala Asia 2015 nanti di Australia setidak-tidaknya Indonesia harus menjadi runner-up grup C. Jika melihat lawan-lawan yang akan dihadapi dapat dikatakan indonesia berada di grup maut, bahkan indonesia sama sekali tidak diunggulkan di grup ini untuk bisa lolos.

Indonesia harus segera mempersiapkan Timnas Indonesia  kurang dari setahun lagi. PSSI sebagai induk organisasi olahraga sepakbola yang diakui oleh FIFA  harus segera meracik tim yang lebih baik dari piala AFF kali ini. Namun sepertinya akan lebih sulit jika melihat kegagalan kali ini. KPSI yang selama ini menjadi seteru abadi PSSI sudah memberikan signal “perlawanan”baru, melalui ketua KPSI La Nyalla Mahmud Mattaliti yang mengatakan: “Sudah saatnya PSSI introspeksi. Timnas sekarang harus dibubarkan, kalau tidak ya  silakan jalan terus. Tapi ingat, Timnas (KPSI) masih ada hingga sekarang dan belum dibubarkan.” Ujarnya ketika menanggapi kekalahan Timnas indonesia dan prospek indonesia dikualifiaksi piala asia 2015 nanti.

Sepertinya perseteruan abadi antara PSSI dan KPSI akan terus berlanjut hingga kualifikasi piala Asia 2015 nanti. Seperti nya tidak akan ada perdamaian antara keduanya. Mereka sepertinya tetap ngotot dengan egoisme masing-masing, terlebih-lebih KPSI. Dan pada akhirnya nama bangsa yang menjadi korban dipermalukan oleh negara lain.

Wahai PSSI dan KPSI, sampai kapankah kalian akan terus begini? Jika kalianingin tetap ngotot cukup dalam hal pengelolaaan liga saja, tapi janganlah sampai merambat kepada pembentukan timnas indonesia. Biarkanlah pemain-pemain terbaik bangsa membela negaranya. Biarkanlah pemain-pemain terbaik dari liga IPL dan ISL membela bangsa dan negaranya di ajang internasional.

Jikalau KPSI tetap keras kepala melarang pemain ISL membela bangsanya, apa boleh buat PSSI harus jalan terus! Karena hingga saat ini hanya PSSI yang diakui oleh FIFA dan yang berhak mengirimkan Timnas Indonesia bentukannya mewakili Indonesia.  Pemain-pemain seperti Andik, Taufik, Vendri mofu, Rapael, dan lain-lain harus terus diasah.

Sudahi sedu sedan atas kekalahan kali ini! Persiapkan diri menghadapi Kualifikasi piala Asia 2015 yang akan berlangsung tahun 2013 nanti. Lawan yang akan dihadapi lebih berat dari lawan di Piala AFF kali ini. JAdi tidak ada waktu lagi untuk bersedih!

Jalan terus! Merdeka!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sambut Sunrise Dari Puncak Gunung Mahawu …

Tri Lokon | | 28 July 2014 | 13:14

Pengalaman Adventure Taklukkan Ketakutan …

Tjiptadinata Effend... | | 28 July 2014 | 19:20

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 6 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 7 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 8 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 11 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: