Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Bato Kapua

Melakukan sesuatu jauh lebih baik daripada menunggu sesuatu terjadi.

Formasi Timnas: Malaysia Tegang, Indonesia Menang!

OPINI | 01 December 2012 | 01:59 Dibaca: 3324   Komentar: 12   6

Salam,

Setelah 2 kali menurunkan formasi terbaik ala pelatih berlisensi cap kaki tiga Bato Kapua, yakni saat INA vs Laos serta INA vs Singapura, kini pelatih koplak kembali dengan racikan kelas warung kopinya.

Mengamati dua pertandingan terakhir, pelatih cap kaki tiga dapat menarik kesimpulan bahwa trend permainan timnas mengalami peningkatan dimana lawan Laos dengan hasil seri dan lawan Singapura dengan hasil menang. Kedua hasil itu dapat menjadi acuan bagaimana kita menghadapi laga pamungkas digroup B ini. Sebab keempat tim masih memiliki peluang untuk maju ke semifinal, atau dengan kata lain saling bunuh secara sportif akan terjadi di group ini.

Melihat pertandingan antara Malaysia vs Laos, saya melihat bahwa peforma tim Malaysia juga mengalami peningkatan khususnya dibabak kedua lawan Laos. Namun saya juga melihat bahwa pada babak pertama, tim Malaysia sangat frustrasi, bahkan 15 menit babak kedua para pemainnya saling marah-marah. Nah hal itu saya anggap sebagai satu kelemahan tim negeri jiran itu, bahwa saat mereka tertekan- mereka ada dalam kefrustrasian dan kekacauan. Saat posisi draw lawan Laos, mereka sangat kacau. Nah, dalam pertandingan melawan Indonesia, mereka harus menang dan tentu memaksa untuk bermain ngotot dan cepat. Dan memang mereka punya kemampuan untuk main cepat dan ngotot. Saya melihat bagian terkuat Malaysia adalah serangan dari sisi kiri dan kanan, dimana pemain mereka juga saling bergantian menempati posisi itu. Tetapi lupakan kekuatan mereka, mari kita fokus kekuatan kita.

Dalam melawan Malaysia, saya ingin ada ketenangan, kordinasi, kekompakan dalam bertahan dan menyerang. Disamping itu saya menginstruksikan pemain untuk memvariasikan permainan cepat dalam melakukan serangan dan permainan sedang dalam mengantisipasi serangan mereka. Saya akan memakai formasi padat dilini tengah sehingga para pemain sayap bisa dengan mudah mengatasi serangan sayap. Oleh sebab itu saya akan menggunakan formasi 4-5-1 dengan gaya tenang-tenang mengejutkan. Saya ingin timnas mengendalikan permainan dengan irama sedang-sedang saja sambil sekali-sekali mengejutkan mereka. Tentu yang terutama adalah kekompakan pemain timnas  ditengah untuk menahan dan mengatur alur serangan serta mengandalkan umpan datar satu-dua dengan kombinasi umpan terobosan.

—————————————–ENDRA—————————————–

Novan———————–Fachrudin——–Hamdi———————Maitimo

—————-Irfan ——————Taufik————-Tonnie Cussel————-

Okto——————————————————————————Andik

——————————————Rahmat—————————————-

Analisa:

Kiper: Saya kira penampilan Wahyu T dalam laga lawan Singapura sangat bagus, namun kali ini saya memilih Endra untuk kembali mempertahankan wilayah palang dan mistar gawang.

Lini Belakang: Sayang bahwa Wahyu Wijiastanto harus melalui hukuman akumulasi kartu kuning yang dia dapatkan. Namun saya optimis dengan penampilan Fachrudin yang bermain penuh percaya diri ditengah. Disisi kiri saya akan memasang Novan yang juga lumayan dalam menyerang sewaktu lawan Singapura, sayangnya Novan sering memberi umpan jauh yang sangat tidak tepat sasaran. Kemudian di samping Novan saya pasang Hamdi Randan (jika fit betul) serta tandem Hamdi di tengah yakni Fachrudin dan Maitimo disisi kanan pertahanan. Konsentrasi di pertahanan harus sigap mengantisipasi umpan dari sayap baik tusukan dan umpan lambung maupun umpan datar. Oleh sebab itu jarak konsentrasi visi pemain belakang harus dimulai saat pemain lawan sedang berada di wilayah pertengahan lapangan. Mengapa demikian, karena beberapa pemain tengah Malaysia sangat cepat dan taktis. Jadi pemain belakang harus mengawasi pergerakan pemain sejak dari lapangan tengah sampai ke pertahanan sendiri. Saya juga menginstruksikan untuk tidak segan menjegal lawan di luar kotak penalti, dengan catatan jangan kasar dan hindarkan kartu dari wasit. Yang jelas, pemain belakang harus berani berbenturan lawan pemain depan dan tengah Malaysia. Saya akan mengistruksikan Maitimo untuk sering melapis pemain tengah dan sering berada di wilayah kanan setengah atau lebih dekat dengan pemain tengah kanan supaya mudah memotong umpan terobosan, umpan lambung dan umpan silang lawan dan juga memudahkan Maitimo untuk naik dengan cepat membantu serangan saat merebut bola. Lini belakang harus tenang dan terkordinasi serta komunikasi yang jelas.

Lini Tengah: Pada lapisan pertama lini tengah saya menempatkan Irfan di posisi gelandang kiri, karena melihat penampilannya saat melawan SIngapura sangat efektif dalam bertahan dan menyerang serta dalam membayangi pemain lawan. Lalu ditengah saya pasang Taufik sebagai pengatur serangan dan Tonnie Cussel di kanan sebagai pendobrak. JIka Tonnie belum pulih 100%, maka saya akan pasang Rasyid sebagai pengganti Tonnie. Dan tentu untuk sayap kiri luar, saya membutuhkan kecepatan dan kelincahan Okto dalam menyisir sisi kiri lapangan lalu memberikan umpan ke striker atau pemain gelandang serang yang bisa tiba-tiba muncul seperti Irfan dan Tonnie. Demikian juga di sisi kanan, saya akan memasang Andik Vermansyah untuk menyisir sisi kanan lapangan dan dengan tusukan kearah zona 24 meter pertahanan lawan atau dengan umpan-umpan mendatar kearah Rahmat. Khusus lini tengah ini, saya instruksikan untuk membentuk format segitiga antara bek kanan-bek kiri dengan  gelandang kanan-kiri membangun serangan kearah stiker murni sebagai ujung segitiga didepan. Jadi jika lancar maka serangan yang dibangun dari belakang kiri-kanan akan menuju gelandang kiri-kanan, lalu menembus striker murni. Jika itu terjadi maka peran Andik dan Okto adalah mencari wilayah kosong diarea 24 meter pertahanan lawan. Apalagi konsentrasi pemain Malaysia akan berada di garis tengah belakang sampai tengah lapangan.

Demikian juga antara  Maitimo-Tonnie-Andik dapat membentuk formasi segitiga di sisi kanan lapangan sampai ke pertahanan lawan, maka pihak lawan pasti akan kewalahan menghadapi keakuratan Maitimo, Kecohan Tonnie serta kecepatan Andik.

Striker: Untuk striker murni, saya akan pasang Rahmat karena dia cepat dan juga mampu bermain zona dengan baik. Sayangnya BePe saya harus parkir karena dia kurang aktiv dalam melakukan bola-bola posisi. Saya mengharapkan Rahmat bisa dengan cepat turun ke tengah lapangan jika terjadi kounter dan naik dengan lincah saat rekannya menguasai bola.

Jalannya pertandingan saya harapkan supaya Taufik dapat mengatur ritme sedang Tonnie dapat mengganggu konsentrasi lawan dan Irfan bisa menjadi pemain jet yang bisa dengan cepat merusak dan membuka pertahanan lawan. Yang jelas jika lawan merebut bola, maka para pemain harus dengan cepat menutup pergerakan dan visi pemain lawan supaya mereka tidak mampu membawa bola serta tidak punya visi untuk mengumpan bola. Dengan demikian mereka bisa frustrasi dan saling menuding. Salah satu taktik yang bisa merusak konsentrasi pemain Malaysia adalah dengan membuat bola mati setiap satu-dua menit. Taktik yang dilakukan Singapura lawan malaysia sangat efektif memancing pemain Malaysia. Jadi jangan sampai pemain Malaysia memainkan bola lebih dari 2 menit, tapi saat mereka memegang bola, langsung rebut atau langsung matikan bolanya, maka mereka akan frustrasi.

Saya berharap babak pertama permainan seimbang dan tetap pada posisi imbang. Dan pada 10 menit pertama babak kedua saya menginstruksikan untuk mengejutkan Malasyia dengan serangan cepat. Jadi Timnas bisa unggul atas Malaysia pada 10 menit pertama babak kedua.  Lalu kemudian pada menit ke 60, saya akan masukkan Rasyid menggantikan Okto lalu Irfan menempati posisi Okto tapi agak ketengah lapangan dekat striker. Kombinasi Rasyid-Irfan-Rahmat bisa merepotkan pertahanan lawan karena mereka akan cepat menusuk pertahanan Malaysia.

Peluang timnas untuk mencetak gol melalui bola mati sangat besar apabila Tonnie Cussel bisa main. Khususnya dengan bola korner dan juga dengan adanya Andik yang bisa mengambil bola mati dari jarak sedang- jarak jauh. Dengan demikian peranan Maitimo-Hamdi-Novan sangat diharapkan di titik pusat gawang lawan.

Kemudian pada menit 75 saya akan masukkan Vendry Mofu menggantikan Tonnie Cussel, kemudian memasukkan Nopendi yang akan menggantikan Novan supaya ada penyegaran di lini belakang.

Jadi sebagai pelatih cap kaki tiga, saya memberi instruksi untuk mengatur irama permaian dalam tempo sedang lalu melakukan serangan dengan cepat melalui sayap kiri dan kanan. Saya akan ingatkan pemain bahwa pemain Malaysia akan main ngotot dan cepat, jadi jangan diladeni dengan permainan cepat tapi redam kecepatan mereka supaya emosi mereka jadi meningkat dan memudahkan mereka kehilangan konsentrasi.

Untuk memperkuat mental pemain, saya akan mengingatkan dalam sanubari mereka satu-satu bahwa para suporter Ultrasmalaysia telah MENGHINA INDONESIA sampai ke hati seluruh rakyat Indonesia, oleh sebab itu cara terbaik untuk membalas HINAAN ultrasmalaysia itu, harus kita BALAS dengan dua gol. Mereka akan Tegang namun Kita Akan MENANG…!

Pertandingan akan sangat ketat dan kontak fisik takkan terhindarkan, namun saya meminta pemain untuk tetap konsentrasi menjaga lawan satu-satu dan mengantisipasi pergerakan tanpa bola dari pemain gelandang lawan.

Saya mengharapkan permainan ini akan tuntas dalam sembilan puluh menit dengan kedudukan 2-1 untuk Indonesia. Pemain juga harus tahan mental terhadap tekanan suporter tuan rumah, namun pemain timnas harus menjawab rasa hasu suporter Indonesia, para TKI yang setia menonton mereka di stadion. Pertarungan ini adalah pertarungan untuk MENANG…!

Jika Tidak Menembak ke Gawang Lawan maka Tidak akan terjadi Gol Kemenangan….!

Catatan; Dengan ulasan ini,tolong jangan ada yang memasang taruhan berdasarkan analisa ini. :)

Tim pelatih mengucapkan terima kasih untuk dukungan spartan suporter dan dukungan kusyuk seluruh rakyat Indonesia yang MENCINTAI TIMNAS….salam

follow@batokapua

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Agnezmo Masuk Final Nominasi MTV EMA 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 16 September 2014 | 19:37

60 Penyelam Ikut Menanam Terumbu Karang di …

Kompas Video | | 16 September 2014 | 19:56

“Penjual” Perdamaian Aceh …

Ruslan Jusuf | | 16 September 2014 | 17:33

Musim Semi di Australia Ular Berkeliaran …

Tjiptadinata Effend... | | 16 September 2014 | 15:54

Ibu Rumah Tangga, Profesi atau Bukan? …

Mauliah Mulkin | | 16 September 2014 | 13:13


TRENDING ARTICLES

PKS Pecundang Menolak Pilkada Langsung …

Damang Averroes Al-... | 4 jam lalu

Jusuf Kalla Sebaiknya Belajar dari Ahok …

Relly Jehato | 6 jam lalu

Wanda Hamidah Bukan Ahok …

Mawalu | 8 jam lalu

Ini Kepemimpinan Ala Jokowi …

Sjahrir Hannanu | 8 jam lalu

Anomali Ahok: Pahlawan atau Pengkhianat? …

Choirul Huda | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: