Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Herumawan P A

Asli wong Yogya. Pernah menjadi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Menyukai olahraga sepakbola, sedang belajar menjadi selengkapnya

Piala AFF 2012 Grup B: Malaysia Vs Indonesia

OPINI | 29 November 2012 | 18:28 Dibaca: 1131   Komentar: 0   1

Rekor pertemuan Indonesia melawan Malaysia di Piala AFF tercatat ada tujuh pertandingan. Di babak penyisihan grup, Indonesia baru tercatat satu kali bertemu Malaysia yakni di Piala AFF 2010. Hasilnya, Indonesia menang telak dengan skor 5-1. Lalu keduanya tercatat empat kali bertemu di babak semifinal. Yang pertama pada babak semifinal Piala AFF 1996, ketika itu Indonesia kalah dengan skor, 3-1. Yang kedua, pada babak semifinal Piala AFF 2002, Indonesia menang dengan skor, 1-0.

Yang ketiga, pada babak semifinal Piala AFF 2004 yang digelar dalam dua leg. Pada leg pertama di Jakarta, Indonesia kalah dengan skor, 1-2. Tapi di leg kedua di Kuala Lumpur, giliran Indonesia mempermalukan Malaysia dengan skor telak, 4-1. Dan pertemuan terakhir keduanya terjadi di final Piala AFF 2010. Pada final leg pertama di Malaysia, Indonesia kalah dengan skor, 3-0. Dan di final leg kedua di Jakarta, Indonesia menang dengan skor, 2-1. Sayangnya walaupun menang melawan Malaysia di Jakarta, Indonesia gagal meraih gelar juara Piala AFF 2010. Karena kalah agregat gol dari Malaysia.

Berkaca dari rekor pertemuan di Piala AFF diatas, Indonesia unggul satu kemenangan dari Malaysia. Nah, pada hari sabtu (1/12) ketika Indonesia bertemu Malaysia adalah pertemuan kedelapan di Piala AFF, akankah Indonesia kembali menambah kemenangan atau Malaysia yang akan meyamakan? Atau malah mungkin akan berakhir imbang, sesuatu yang belum pernah terjadi pada tujuh pertemuan sebelumnya.

Yang pasti pada pertandingan terakhir Piala AFF grup B melawan Indonesia nanti, Malaysia tidak akan sudi bermain imbang apalagi kalah. Malaysia pastilah akan memaksakan kemenangan. Karena hanya dengan kemenangan, Malaysia akan maju ke babak semifinal, berapa pun skornya. Malaysia yang pada pertandingan terakhir kalah telak dengan skor, 3-0 melawan Singapura berhasil bangkit ketika melawan Laos. Tim berjuluk Harimau Malaya ini mampu mengalahkan Laos dengan skor telak, 4-1. Kemenangan telak atas Laos ini memacu Malaysia untuk yakin mampu mengalahkan Indonesia.

Tapi Indonesia bukan anak kemarin sore yang bisa ditundukkan dengan mudah oleh Malaysia sekalipun. Setelah pada pertandingan pertama melawan Laos hanya bermain imbang dengan skor, 2-2, Indonesia bangkit di pertandingan keduanya. Singapura yang menjadi lawan Indonesia di pertandingan kedua pun berhasil dikalahkan dengan skor, 1-0. Indonesia pun yakin bisa mengalahkan Malaysia yang juga berstatus tuan rumah bersama Thailand di Piala AFF 2012 ini.

Indonesia dan Malaysia, sama-sama yakin bisa saling mengalahkan. Bagi Indonesia, mengalahkan Malaysia di kandangnya sendiri bukan hal yang baru. Kenangan Piala AFF 2004 yang diadakan di Malaysia dan Vietnam pun bangkit kembali. Ketika itu, Indonesia mampu mengalahkan Malaysia pada leg kedua babak semifinal di kandangnya sendiri dengan skor telak, 4-1. Begitu juga, Malaysia yang mempunyai kenangan manis ketika bertemu Indonesia pada leg pertama final Piala AFF 2010 di Kuala Lumpur. Ketika itu, Malaysia mengalahkan Indonesia dengan skor, 3-0.

Indonesia pastinya tidak mau mengalami kekalahan lagi ketika melawan Malaysia nanti. Indonesia akan berjuang sekuat tenaga melawan Malaysia yang akan mati-matian mengincar kemenangan. Sebenarnya dalam pertandingan melawan Malaysia nanti, Indonesia tidak perlu ngoyo karena dengan hasil imbang saja sudah bisa mengantarkan lolos ke babak semifinal. Tapi kalau acuannya harga diri bangsa maka kemenangan adalah harga mati bagi Indonesia.

Indonesia jelas tidak boleh menganggap remeh Malaysia. Karena performa Malaysia juga sedang bangkit dan bagus-bagusnya. Selain itu, Malaysia yang juga berstatus tuan rumah di Piala AFF 2012 pasti akan didukung habis-habisan oleh para suporternya. Pemain Malaysia pun akan lebih termotivasi untuk bisa mengalahkan Indonesia. Sementara, pemain Indonesia sendiri dituntut tidak turun mentalnya menghadapi “teror” suporter Malaysia. Maka perlu rasanya, Nil Maizar menyiapkan pemain yang bermental kuat untuk menghadapi permainanan ngotot Malaysia dan “teror” suporter tuan rumah.

Menghadapi Malaysia, permainan Indonesia harus lebih bagus daripada ketika menghadapi Singapura. Strategi yang tepat adalah kuncinya. Seperti pada saat menghadapi Singapura, Nil Maizar tidak menurunkan Bambang Pamungkas dan Andik Vermansyah sejak awal babak pertama. Dan baru pada babak kedua, keduanya diturunkan. Strategi seperti ini mungkin bisa sedikit berubah. Bambang Pamungkas bisa diturunkan sejak awal. Lalu pada babak kedua, Andik Vermansyah bisa dimasukkan ketika Indonesia mengalami deadlock serangan.

Perlu digarisbawahi pula, kemungkinan absennya Wahyu Wijiastanto akibat akumulasi kartu kuning akan bisa mempengaruhi kekuatan lini belakang Indonesia. Kalau Handi Ramdan sudah sembuh dari cederanya, tidak akan ada persoalan. Handi Ramdan bisa ditemani Fachruddin, bek asal PSS Sleman yang bermain cukup gemilang ketika melawan Singapura. Tapi kalau Handi Ramdan belum fit bermain, ini jelas akan membuat “lubang” di lini belakang Indonesia. Karena Fachruddin akan ditemani Valentino Telaubun yang baru kali ini tampil.

Sementara itu ada kabar gembira dari sektor kiper, Endra Prasetya dipastikan sudah bisa bermain kembali setelah sebelumnya mendapatkan keringanan hukuman akibat kartu merah yang diterima ketika melawan Laos di pertandingan pertama. Kembalinya kiper Endra Prasetya kemungkinan akan membuat Nil Maizar sedikit “bingung” menentukan kiper utama melawan Malaysia nanti. Karena kiper pengganti, Wahyu Tri Nugroho malah memperlihatkan permainan terbaiknya ketika melawan Singapura. Tapi terlepas dari “kebingungan” itu, Nil Maizar tetap harus bisa memilih sebelas pemain bermental kuat yang akan melawan Malaysia nanti.

Pertandingan Indonesia melawan Malaysia dipastikan akan berlansung seru dan keras. Dengan 50 berbanding 50. Kemungkinan hujan kartu di pertandingan ini masih bisa terjadi. Indonesia sendiri masih sangat mungkin memenagkan pertandingan. Tapi semuanya kembali pada permainan dan mental bertanding pemain Indonesia itu sendiri. Kalau permainan Indonesia disiplin dan tanpa beban, Indonesia akan bisa memanangi pertandingan atau minimal imbang melawan Malaysia. Tentang berapa skornya? Bisa saja dengan skor 1-0, 2-1 atau 1-1.

Jangan lupa menyaksikan pertandingan Piala AFF 2012 grup B antara Malaysia Vs Indonesia pada hari sabtu (1/12) jam 19.45 WIB, hanya di RCTI. Don’t miss it.

Salam olahraga.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 3 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 13 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 13 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Mati Karena Oplosan dan Bola …

Didi Eko Ristanto | 7 jam lalu

Ketika Lonceng Kematian Ponsel Nokia …

Irawan | 7 jam lalu

Catatan Terbuka Buat Mendiknas Baru …

Irwan Thahir Mangga... | 7 jam lalu

Diary vs Dinding Maya - Serupa tapi Tak Sama …

Dita Widodo | 7 jam lalu

Nama Kementerian Kabinet Jokowi yang Rancu …

Francius Matu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: