Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Jangan Tiru Video Rasis Suporter Malaysia!

REP | 29 November 2012 | 21:29 Dibaca: 1527   Komentar: 0   4

Benarkah apa yang ada di video ini? (Silahkan di klik link di kata”ini”)

Itulah pertanyaan pertama yang muncul dibenak saya setelah melihat video yang rasial tersebut.  Sungguh saya sangat marah sekali dengan apa yang dilakukan oleh suporter Malaysia tersebut. Kalimat nyanyian tidak pantas itu tidak layak sebenarnya dilakukan oleh suporter Malaysia yang mengklaim diri sebagai negara yang santun dan bermartabat.

Jika memang benar video tersebut, suporter Malaysia adalah suporter paling buruk se dunia. Sebegitu parahnyakah mental mereka yang sudah seperti bangsa barbar? Meneriaki tamu dengan kalimat “najis”  seperti menjelaskan kepada kita betapa rendahnya peradaban mereka. Jelas mereka manusia tidak beradab! Mereka pantas untuk dihukum oleh FIFA dan AFC atas tindakan rasis mereka.

Saya menghimbau kepada seluruh suporter Timnas indonesia agar tidak melakukan yang sama dengan apa yang mereka lakukan. Jangan takut dengan ancaman dan gangguan mereka, datanglah ke Stadion bukit Jalil dengan langkah tegap untuk mendukung Timnas kita. Disana Kita cukup nyanyikan lagu-lagu nasional kita. Kalo perlu kita baca shalawat membalas “lolongan” mereka itu.  Tunjukkan kita adalah bangsa yang besar dan beradab. Tidak seperti mereka yang bisanya cuma”ngaku” tapi tidak dalam laku.

Kepada Nil Maizar dan seluruh punggawa timnas ada baiknya menonton video tersebut, tapi jangan terpancing emosi cukup untuk penyemangat agar tidak takut bertanding ditengah puluhan ribu dan bisingnya lolongan mereka. Bungkam mereka dengan kemenangan dipihak kita! Mulailah bertanding dengan tekad kuat dan niat yang ikhlas untuk kejayaan  bangsa!

Bermainlah yang padu dan kompak. Setiap ada peluang, tendanglah bola itu yang kuat ke arah gawang mereka! Tidak perlu banyak tiki taka, tidak perlu siapa yang mencentak gol, karena kita disini bukan memperjuangkan nama pribadi tapi nama negri dimana kita dilahirkan dan dibesarkan hingga nanti dikebumikan! Buatlah ibu dan ayah kita tersenyum bahagia atas kemenangan yang kita capai dengan perjuangan yang membanggakan!

Menutup artikel ini saya tertarik apa yang dikatakan oleh paman saya, Indonesia dan Malaysia adalah negri Muslim terbesar, segala macam cara dilakukan oleh “pembenci Islam” agar kedua negara ini tidak harmonis salah satunya lewat sepakbola. Mereka sadar jika Malaysia-Indonesia harmonis maka kedua negara ini bisa menjadi kekuatan Muslim dunia yang menakutkan di Asia. Camkanlah wahai rakyat Malaysia dan Indonesia! Hentikanlah segala kegaduhan ini! Mari bermain bola dengan sportif tanpa rasis!

Merdeka!

.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Petaka Tunai di Phuket …

Hilman Fajrian | | 21 April 2015 | 15:47

Apa sih Pentingnya Prakiraan Curah Hujan? …

Fathan Muhammad Tau... | | 21 April 2015 | 10:00

Berkat Kompasiana, Artikel Saya Masuk di …

Daniel H.t. | | 21 April 2015 | 10:04

Anomali di Dunia Teknologi Informasi …

Jusman Dalle | | 21 April 2015 | 10:45

Gebyar Lomba Blog dan Hadiah di Bulan April …

Kompasiana | | 17 April 2015 | 12:34


TRENDING ARTICLES

Serangan Koalisi Arab di Yaman Didukung ISIS …

Imam Kodri | 5 jam lalu

6 Bahaya Rokok yang Jarang Diekspose …

Aldy M. Aripin | 7 jam lalu

Pidato Magis Bung Karno, “Let The New …

Agus Supriyatna | 14 jam lalu

Bir di Antara Politik Lelaki vs Seksualitas …

Rudhy Wedhasmara | 14 jam lalu

Kartini dan Buku (Sebuah Warisan Semangat …

Mauliah Mulkin | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: