Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Jangan Tiru Video Rasis Suporter Malaysia!

REP | 29 November 2012 | 21:29 Dibaca: 1517   Komentar: 0   4

Benarkah apa yang ada di video ini? (Silahkan di klik link di kata”ini”)

Itulah pertanyaan pertama yang muncul dibenak saya setelah melihat video yang rasial tersebut.  Sungguh saya sangat marah sekali dengan apa yang dilakukan oleh suporter Malaysia tersebut. Kalimat nyanyian tidak pantas itu tidak layak sebenarnya dilakukan oleh suporter Malaysia yang mengklaim diri sebagai negara yang santun dan bermartabat.

Jika memang benar video tersebut, suporter Malaysia adalah suporter paling buruk se dunia. Sebegitu parahnyakah mental mereka yang sudah seperti bangsa barbar? Meneriaki tamu dengan kalimat “najis”  seperti menjelaskan kepada kita betapa rendahnya peradaban mereka. Jelas mereka manusia tidak beradab! Mereka pantas untuk dihukum oleh FIFA dan AFC atas tindakan rasis mereka.

Saya menghimbau kepada seluruh suporter Timnas indonesia agar tidak melakukan yang sama dengan apa yang mereka lakukan. Jangan takut dengan ancaman dan gangguan mereka, datanglah ke Stadion bukit Jalil dengan langkah tegap untuk mendukung Timnas kita. Disana Kita cukup nyanyikan lagu-lagu nasional kita. Kalo perlu kita baca shalawat membalas “lolongan” mereka itu.  Tunjukkan kita adalah bangsa yang besar dan beradab. Tidak seperti mereka yang bisanya cuma”ngaku” tapi tidak dalam laku.

Kepada Nil Maizar dan seluruh punggawa timnas ada baiknya menonton video tersebut, tapi jangan terpancing emosi cukup untuk penyemangat agar tidak takut bertanding ditengah puluhan ribu dan bisingnya lolongan mereka. Bungkam mereka dengan kemenangan dipihak kita! Mulailah bertanding dengan tekad kuat dan niat yang ikhlas untuk kejayaan  bangsa!

Bermainlah yang padu dan kompak. Setiap ada peluang, tendanglah bola itu yang kuat ke arah gawang mereka! Tidak perlu banyak tiki taka, tidak perlu siapa yang mencentak gol, karena kita disini bukan memperjuangkan nama pribadi tapi nama negri dimana kita dilahirkan dan dibesarkan hingga nanti dikebumikan! Buatlah ibu dan ayah kita tersenyum bahagia atas kemenangan yang kita capai dengan perjuangan yang membanggakan!

Menutup artikel ini saya tertarik apa yang dikatakan oleh paman saya, Indonesia dan Malaysia adalah negri Muslim terbesar, segala macam cara dilakukan oleh “pembenci Islam” agar kedua negara ini tidak harmonis salah satunya lewat sepakbola. Mereka sadar jika Malaysia-Indonesia harmonis maka kedua negara ini bisa menjadi kekuatan Muslim dunia yang menakutkan di Asia. Camkanlah wahai rakyat Malaysia dan Indonesia! Hentikanlah segala kegaduhan ini! Mari bermain bola dengan sportif tanpa rasis!

Merdeka!

.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerbau Disembelih, Tanduknya Jadi Sumber …

Leonardo | | 31 July 2014 | 14:24

5 Jam Menuju Museum Angkut, Batu-Malang …

Find Leilla | | 31 July 2014 | 18:39

Kecoa, Orthoptera yang Berkhasiat …

Mariatul Qibtiah | | 31 July 2014 | 23:15

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Menjenguk Blowhole Sebuah Pesona Alam yang …

Roselina Tjiptadina... | | 31 July 2014 | 20:35


TRENDING ARTICLES

Perbedaan Sindonews dengan Kompasiana …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Lubang Raksasa Ada Danau Es di Bawahnya? …

Lidia Putri | 11 jam lalu

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 15 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 19 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: