Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Abu Koli

Pecinta travelling dan fotography.

@Footballnesia: Akun Sepak Bola atau Politik Bayaran

OPINI | 27 November 2012 | 16:57 Dibaca: 1412   Komentar: 0   2

13540098992013547831

@Footballnesia: Akun Sepak Bola Atau Politik Bayaran

Akun twitter @Footballnesia, merupakan kepanjangan dari Football Indonesia, mendeskripsikan bahwa akunnya adalah, “Akun twitter untuk provokasi sepakbola indonesia bersih tanpa APBD untuk Liga Pro dan tanpa MAFIA!”. Akun ini membahas berbagai isu dalam dunia persepakbolaan Indonesia, termasuk isu krisruh KPSI dan PSSI dan juga kisruh antara LPI dan ISL. Secara garis besar dalam menyebarkan isu yang dikawalnya, Akun ini selalu menyerang KPSI yang dikatakan di backing oleh berbagai oknum yang mempunyai kepentingan politik dalam PSSI.

Gambar diambil dari twitter.com.

Gambar diambil dari twitter.com.

Jika diperhatikan, sebenarnya @Footballnesia dalam kicauannya tidak benar-benar menjadi akun anonim yang membahas tentang dunia persepakbolaan Indonesia. Karena topik pembicaraannya lebih membahas masalah politik yang beredar disekeliling PSSI. Ingat seperti yang dikatakan seorang tokoh bahwa, dalam politik tidak ada kawan dan lawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi. Jadi saya yakin bahwa @Footballnesia pun tidak benar-benar memusuhi atau membela kepentingan yang diyakini benar-benar benar. Melainkan hanya membela kepentingan orang-orang yang mau membayarnya untuk suatu tujuan.

Berikut adalah tema-tema kultwit yang diangkat oleh akun @Footballnesia yang sudah di chirpified oleh akun anonim @chirpstoriin :

  • Manuver Politik dan Nepotisme La Nyalla
  • Dibalik pengangkatan Riedl jadi Pelatih Junior CS.Vise dan Kengototan KPSI?!
  • DJARUM sudah emoh kerjasama dengan PT.LI!
  • Act Sekjen KPSI Suka ke Dolly?
  • Lagi! KPSI Bikin ulah di tingkat daerah!
  • #KickHabil
  • Lagi! Sepak Terjang La Nyalla Mahmud Mattalitti!
  • Sedikit Sejarah tentang era GALATAMA.
  • ISL? Masih Utang Kok PeDe?
  • Ada Apa dengan Toto Sudibyo?
  • Cengkraman Mafia Sepak Bola di Indonesia (PSSI era lama)
  • Penggelapan Dana FIFA oleh Pelita Jaya via PSSI era Nurdin
  • Panduan Fakta Kisruh PSSI-KPSI buat Newbie
  • PSSI era Nurdin, Piala AFF 2010 dan PERTAMINA

Judul tema-tema kultwit @Footballnesia saja sudah menggambarkan isi dari tulisannya yang bertema politik. Saya kecewa ketika membacanya, karena isi kultwit ini sama sekali tidak membahas tentang dunia olah raga, dalam hal ini sepak bola. Fokus pembahasan hanya pada konfilk kepentingan politik ‘pesanan yang bayar’. Isinya hanya membahas pengdiskreditan beberapa pihak yang menjadi lawan dari pemegang kepentingan dibelakang @Footballnesia.

Jika @Footballnesia ingin membahas politik, sekalian saja mendeklarasikan diri seperti @TrioMacan2000 yang sudah Rest In Peace. Jangan bawa dunia sepak bola ke ranah politik yang penuh dengan kepentingan oknum yang bayar. Kalo @Footballnesia mau membela oknum atau golongan dalam politik, siapa sih yang mau dibela? Memang ada yang benar-benar bersih di dunia politik?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Norwich, Liverpool Kian Dekat …

Achmad Suwefi | | 20 April 2014 | 19:54

Ketagihan “Pecel Senggol” …

Hendra Wardhana | | 20 April 2014 | 16:01

Kebijakan Mobil LCGC Yang Akhirnya Membebani …

Baskoro Endrawan | | 20 April 2014 | 13:30

My Mother Is…? …

Salmah Naelofaria | | 20 April 2014 | 15:03

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Awas Pacaran Sama Bule Player! Tips dari …

Cdt888 | 13 jam lalu

Mari Jadikan Sekolah Benar-Benar Sebagai …

Blasius Mengkaka | 15 jam lalu

Hargai Pilihan Politik Warga Kompasiana …

Erwin Alwazir | 15 jam lalu

Mandi Air Soda di Kampung, Ajaib! …

Leonardo Joentanamo | 16 jam lalu

Prediksi Indonesian Idol 2014: Virzha …

Arief Firhanusa | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: