Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Djokho Perezchaf Soetrisno

Mengharumkan nama bangsa lewat caraku..

Idola Sepak Bola Nasional Baru Bernama Nasionalisme

OPINI | 07 November 2012 | 06:49 Dibaca: 1403   Komentar: 31   1

akhir2 ini berita tentang timnas indonesia yg akan berlaga di piala AFF 2012 dgn segala polemiknya tengah menjadi berita hangat di media,  masyarakat pun berlomba-lomba memberikan pendapat ttg gonjang-ganjing yg terjadi.  Mungkin yang sedikit membuat saya risih adalah komentar mereka ttg para pemain yang untuk sementara belum bersedia memperkuat timnas.. “TAK NASIONALIS”  haha..  Saya tertawa geli membaca coment tsbt, baik di media sosial maupun di kompasiana.  Mereka pikir sesempit itukah nasionalisme? hanya karena bermain untuk timnas itu menunjukkan kita seorang nasionalis, pahlawan, patriot?? ooohh sungguh dekil cara pandang org yg berfikiran demikian..

Jadi bagaimanakah pendapat mereka ttg mia audina, yg rela “membelot” ke negara kompeni hanya karena dia jatuh cinta kepada seorang warga belanda.  Tak nasionaliskah? ada juga banyak pemain bulutangkis kita yg bermain untuk negara lain, kenapa mereka jg tak dihujat?? bbrp waktu lalu kita msh ingat ttg irfan bachdim yg rela tak dipanggil timnas karena dia sdh terikat kontrak dengan PERSEMA Malang yg notabene bermain di liga yg menurut pengurus PSSI saat itu ILEGAL..  Kenapa tak ada yang mempertanyakan nasionalisme dia? kalo nasionalismenya tinggi kenapa dia tak lari saja, seperti Diego misalnya.. peduli amat dgn kontrak.  Ato Okto maniani ato tibo yg seolah ogah-ogahan saat dipanggil timnas. Nasionalisme dimana?? IQ?? jadi saya harap bagi “nasionalisme” mania jangan berpikiran bahwasanya pemain yg cara pikirnya tidak sesuai dengan keinginan anda itu tak nasionalis, bisa jd jiwa nasionalisme mereka lebih besar dari ANDA sekalian..
Lalu kenapa mereka tak bersedia ketika dipanggil federasi?? jangan berspekulasi,tanyakan kepada yang bersangkutan, ato cari sumber yg terpercaya..  Apakah mungkin dia sdh terikat kontrak (seperti kasus bachdim),  apakah karena dia tahu busuknya org federasi sehingga membuat dia enggan untuk dimanfaatkan demi kepentingan pribadi org2 tertentu.PIKIRKAN!! ini masalah nurani bunk.. Tanyakan kepada Bambang pamungkas kenapa dia sempat “tak nasionalis”.. karena paksaan?saya pikir tidak juga.. coba baca ungkapan isi hatinya di blog yang bersangkutan..

kebetulan saya pernah di armsterdam bbrp tahun,  dan ternyata ada semacam perkumpulan pemain bola keturunan maluku disana..  sempat beberapa kali ngobrol dan kebetulan yang saya bicara saat ini yang bersangkutan ikut pemusatan latihan Timnas kita. Waktu itu saya tanya apa ada ketertarikan untuk menjadi WNI? mereka menjawab akan melihat situasi dulu, karena jika mereka menjadi WNI maka cita2 mereka untuk bermain bagi timnas belanda akan gugur. saya bilang di timnas indonesia kalian pasti akan diperhitungkan,  mereka hanya saling pandang dan tersenyum, seorang pemain plg senior menjawab : “itu opsi terakhir”!! apakah ini yang namanya nasionalisme?? rela pindah warganegara hanya karena ingin mencicipi bagaimana rasanya bermain untuk sebuah negara yg pasti sensasinya akan beda bila bermain untuk sebuah club..

terkait dengan apa yang saya sampaikan diatas, saya tetap salut dan hormat kepada pemain lokal maupun pemain naturalisasi yang bermain untuk timnas.. saya tak mempermasalahkan seberapa besar rasa nasionalisme mereka, saya jg bangga mereka bersedia bermain untuk timnas Indonesia..  Yang ingin saya sampaikan disini adalah jangan menghakimi org ttg nasionalime hanya dari pandangan sempit anda, ada banyak hal diluar sana.  Silakan bagi yg ingin berkomentar,menghujat dll, itu hak anda, tapi jangan merasa yg plg benar ya..
oh iya, ini saya mengetik dengan menggunakan laptop buatan jerman dan sedang menikmati makanan cepat saji yg berpusat di amrik. Semoga saya tidak di cap tak nasionalis ya.hehe..semoga timnas makin jaya.bravo!!!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,99 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Mudik? Optimalkan Smartphone Anda! …

Sahroha Lumbanraja | | 23 July 2014 | 02:49

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: