Artikel

Bola

Zen Muttaqin

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

AKU BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA. HANYA INSAN YANG TERAMANAHKAN, YANG INGIN MENGHIDUPKAN MATINYA KEHIDUPAN MELALUI TULISAN-TULISAN SEDERHANA.HASIL DARI UNGKAPAN PERASAAN DAN HATI SERTA PIKIRAN. YANG KADANG TERLINTAS DAN MENGUSIK KESADARAN. SEMOGA BERMANFAAT.

Bakrie, Batal Akuisisi Arema.

REP | 29 October 2012 | 21:30 Dibaca: 2614   Komentar: 0   Nihil

1351519602454753805

olahraga.plasa.msn.com

.

Pelita Jaya Cronus Resmi Akuisisi Arema

VIVAbola - Perusahaan Pelita Jaya Cronus akhirnya resmi mengakuisisi kepemilikan Arema Indonesia. Proses penandatanganan dilakukan di Hotel Safana, Kota Malang, Minggu, 28 Oktober 2012.
Pada acara penandatanganan, hadir Wakil Presiden Pelita Jaya Cronus, Helmi Rahman, CEO Pelita Jaya Cronus, Iwan Budianto, dan perwakilan Singo Edan seperti Rudi Widodo serta Rendra Kresna.
“Ini sifatnya mendadak sehingga penandatangan langsung dilakukan,” ujar Iwan di sela-sela uji coba Arema vs Persegres Gresik United di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Minggu, 28 Oktober 2012.
Menurut Iwan, sebanyak 14 persen saham Arema kini telah resmi menjadi milik Pelita Jaya Cronus. Meski demikian, Rendra Kresna  masih dipercaya sebagai presiden kehormatan tim berjuluk Singo Edan itu.
“Dalam waktu dekat ini akan diadakan launching. Sekitar pertengahan November,” beber Iwan tanpa menyebut total dana yang dikeluarkan Pelita Jaya Cronus untuk membeli saham tim kebanggaan Aremania itu.
Seperti diketahui, Arema Indonesia akhirnya batal merger dengan Pelita Jaya. Pelita Jaya Cronus belakangan memilih untuk membeli penuh saham Singo Edan dan melepas saham Pelita Jaya ke tim asal Jabar, Bandung Raya. Kedua tim ini akan berlaga di ISL 2012-13.  (eh)

http://bola.viva.co.id/news/read/363114-pelita-jaya-cronus-resmi-akuisisi-arema

====================

Memang aneh Viva Bola, judulnya tak sesuai dengan berita yang direleasenya. Apa judul sama isinya beda orang atau beda Timnya, sehingga tak terjadi sinkronisasi judul dan beritanya.

Jelas dalam Judul berita :Pelita Jaya Cronus Resmi Akuisisi Arema, dan kemudian pokok berita mengatakan, bahwa  Perusahaan Pelita Jaya Cronus akhirnya resmi mengakuisisi kepemilikan Arema Indonesia. dan seterusnya.

kemudian iwan mengatakan : “Ini sifatnya mendadak sehingga penandatangan langsung dilakukan,” ujar Iwan di sela-sela uji coba Arema vs Persegres Gresik United di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Minggu, 28 Oktober 2012.  dan setelah itu dilanjutkan dengan berita yang mengutip apa yang di katakan Iwan sbb: Menurut Iwan, sebanyak 14 persen saham Arema kini telah resmi menjadi milik Pelita Jaya Cronus.

Dari judul berita dikatakan akuisisi, tetapi ternyata PT Pelita Jaya Cronous hanya menguasai 14 % saham saja dari kepemilikan saham Arema, tentu hal ini jauh sekali dari istilah akuisisi, dimana sudah menjadi istilah umum, bahwa yang dimaksud akuisisi, ya menguasai penuh saham minimal diatas 50 %, sehingga seluruh kebijakan di kuasai oleh PT Pelita jaya Cronus.

Indikasi ini jelas semakin memberikan data dan fakta yang mengarah kepada terlepasnya tangan2 Bakrie didunia sepakbola Indonesia. melepaskan dan menjaga jarak terhadap kompatriotnya di Liga Profesional Sepakbola. Yang di presentasikan oleh KPSI/PTLI/ISL, beserta Klub2 dibawahnya.

Artinya PT Pelita jaya Cronus tak menjadi pemilik mayoritas saham di Arema, jadi seluruh kebijakan Arema, PT Pelita jaya Cronus, tidak mempunyai suara apapun. Itupun sampai selesainya penandatanganan kesepakatan tidak ada sama sekali kejelasan tentang pembelian dan penjualan sahamnya, berapa yang harus di gelontorkan sebagai kompensasi 14 % saham.

Kenyataan bahwa Bakrie telah meninggalkan Pelita jaya dan tidak mengakuisisi Arema, sehingga tak lagi memiliki akses ke KPSI/ISL, entah apa yang ada dalam strategy dan kerangka berfikir mereka, tetapi jelas itu adalah upaya Bakrie menjauh dan mencabut perannya sama sekali dari KPSI’ISL.  Konsekwensinya menarik kembali semua kekuatan yang ada dalam dirinya dari hingar bingarnya perseteruan di sepakbola Indonesia.

Mampukah Bakrie bertahan untuk tetap bergeming seperti yang sudah dilakukannya, semua masih menghadapi tantangan, justru dari kelompoknya sendiri KPSI/ISL beserta pendukung setianya, pasti tidak mau dikorbankan, demi menjaga nama besar dan citra Bakrie, sebagai konsekwensi bersama dalam memperjuangkan kelompok.

Bakrie telah menghindari tanggung jawabnya tak mau ikut menanggung seperti yang telah di canangkan dalam jargon KPSI/ISL, ” TiJi TiBeh “

Kita tunggu saja apa yang akan terjadi, setelah jelas keinginan Bakrie meninggalkan dunia liga profesional sepakbola Indonesia.

.

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

.

Jakarta 30 Oktober 2012

.

Zen Muttaqin

.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


TRENDING ARTICLES

Selalu No 1, Positioning Politik Jokowi …

Sutomo Paguci| 8 jam yang lalu

Kemanusiaanku Terhina Jika SBY Mendapat …

Opa Jappy| 8 jam yang lalu

Kalimat Sakti Johan Budi: Kita Lihat di …

Sunita Yani| 8 jam yang lalu

“Fenomena Foto Profil” …

Vera| 9 jam yang lalu

X Factor, Fatin Asli dan Fatin Bajakan …

Bedjo Slamet| 9 jam yang lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: