Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Jabrik Al-katiri

Keberanian diperlukan untuk berdiri dan berbicara, tetapi keberanian juga diperlukan untuk duduk dan mendengarkan.

Ternyata, Klub Sepakbola Indonesia, Belum Memenuhi Syarat Profesional

REP | 25 October 2012 | 21:02 Dibaca: 1045   Komentar: 0   3

Director Futsal and Club Competitions-Departmen Competitions AFC, Stuart Ramalingam, mengungkapkan jika kebanyakan klub sepak bola Indonesia ternyata belum memenuhi kriteria profesional. Hal tersebut disampaikannya dalam seminar sosialisasi yang bertema Licensing Professional Club, Hotel Batavia, Jakarta Barat, Rabu (24/10), Mantan CEO M-League tersebut menambahkan, bahwa patokan penilaian dari AFC terhadap klub Indonesia tercermin dalam kontestan Indonesia Super League (ISL) di musim 2010/11 yang lalu. “Kita melakukan scoring berdasarkan cerminan dari hasil kompetisi ISL musim 2010/11,” lanjutnya seperti diberitakan oleh bola.net

Dengan kata lain, yang dinilai untuk saat ini bukanlah Indonesia Premier League, melainkan Indonesia Super League (ISL).

Namun, dalam kesempatan terpisah, diungkapkan bahwa sepakbola Indonesia sangat unik, dan diperlukann penanganan tersendiri. “Kami memkirkan cara untuk memberikan penilaian terhadap Indonesia. Assesment pun nanti yang menentukan adalah dari pembicaraan AFC. Apakah perlu kriteria tersendiri bagi Indonesia,” ujarnya pada AFC Competition Club Workshop di Hotel Batavia, Jakarta, yang diberitakan oleh pikiran-rakyat.com

Penilaian itu setidaknya, meliputi lima kriteria yang harus diperhatikan klub, yaitu bidang keolahragaan (pembinaan usia muda), infrastruktur, struktur organisasi (personel dan administasi), legal, dan finansial.

Dalam pemberitaan kompas.com Stuart menambahkan “Saya harap klub dapat memaklumi semua regulasi yang ada. Jika nantinya tidak memenuhi kriteria, mereka harus berbenah diri. Ini harus jadi acuan untuk Indonesia agar bisa menjadi lebih baik,”

“Sangat banyak klub untuk dilihat dengan program lisensi klub profesional ini. Saya tidak melihat untuk pertandingan, tetapi bagaimana pengelolaannya dan bagaimana sistem organisasinya untuk mengelola klub agar bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Skor terakhir Indonesia yang diumumkan AFC pada Januari lalu adalah 288,7 poin, Indonesia kembali bisa menempatkan wakilnya di LCA lewat playoff. Namun, jika melihat penilaian yang melibatkan 11 aspek untuk tahun ini, besar kemungkinan nilai Indonesia turun dan tak bisa mendapatkan wakil di LCA, padahal standar sebuah klub agar mencapai label profesional ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, diantaranya dengan memenuhi skor standar yang ditetapkan AFC, yakni 600 poin, termasuk didalamnya pengelolaan klub terhadap sistem keuangan dan organisasi.

Dalam menyikapi hal di atas, PT LPIS Liga Prima Indonesia Sportindo mempunyai keseriusan untuk membantu klub-klub untuk mendapatkan lisensi klub profesional. “Kita akan beri asistensi pada klub-klub tersebut agar bisa memenuhi persyaratan club licensing,” ungkap CEO PT LPIS, Widjajanto, yang mantan jurnalis sebuah majalah berita mingguan ini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 3 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 4 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 4 jam lalu

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Dampak ‘Mental Proyek’ Pejabat …

Giri Lumakto | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: