Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Vladimir Preximovic

Seorang System & Procedure Analyst & Development di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Indonesia.

Pro Duta FC, Klub Amatir yang Menjelma Menjadi Klub Profesional Raksasa

OPINI | 29 September 2012 | 07:13 Dibaca: 8341   Komentar: 15   3

Salam Sepakbola Bangkit!!!

Bagi penggemar sepakbola tanah air, pasti kenal dengan namanya klub Persib Bandung?.  Salah satu klub legendaris yang turut berkontribusi pada terbentuknya federasi sepakbola Indonesia, PSSI.  Lantas apa hubungannya Persib dengan judul artikel ini?.  Di sinilah menariknya….

Tahukah Rekans Kompasioner bahwa Pro Duta, yang baru saja promosi ke kasta tertinggi Liga Indonesia, di Indonesian Premier League, dulunya adalah klub anggota Persib Bandung?.  Dari semula hanya klub amatir di era tahun 80-an, Pro Duta berganti muka menjadi klub Profesional di akhir tahun 90-an.  Berikut adalah sejarah klub Pro Duta FC yang diunduh dari website resmi klub ini http://www.produta.com/

Nama awal PRO DUTA adalah BANDUNG PUTRA, yang saat itu masih berada di lingkungan amatir.  Pada tahun 1986, dalam rangka penyegaran kepengurusan, BANDUNG PUTRA berganti nama menjadi PRO yang dipimpin oleh Denny Susanto.  Setahun kemudian, PRO sukses menjadi juara Divisi I Kompetisi Intern Persib.  Memperingati hari ulang tahunnya yang pertama, PRO mengadakan dua pertandingan persahabatan, yaitu PERSIB vs PERSEBAYA 0-0 dan PRO (anggota Persib) vs UNI (anggota Persib) 1-1.

Pada 1987, PRO menyelenggarakan Piala Duta (DUTA CUP) di lapangan Tegalega Bandung. Dalam perkembangannya, PRO pun berganti nama menjadi PRO DUTA.  Di era Liga Indonesia, PRO DUTA (amatir) membentuk PRO DUTA (profesional) untuk mengikuti kompetisi.  Sejak mengikuti kompetisi profesional Liga Indonesia, PRO DUTA (profesional) memisahkan diri dari induknya yaitu PERSIB.  PRO DUTA yang memulai kiprahnya di Divisi III Liga Indonesia Zona Jawa Barat pada tahun 2005 berhasil mencapai ke Divisi I Liga Indonesia di tahun 2008, sehingga di tahun 2009 PRO DUTA SA FC dapat berkompetisi di Divisi Utama Liga Indonesia.

Awal tahun 2009, PRO DUTA SA FC dijual oleh pemilik lamanya kepada seorang pengusaha Kelapa Sawit yang namanya sudah tidak asing lagi di dunia persepakbolaan nasional, Sihar Sitorus.  PRO DUTA SA FC Bandung pun mengalami perombakan total dan berganti nama menjadi PRO DUTA FC INDONESIA.

Pergantian pemilik dan manajemen secara total telah mengubah karakter klub sepakbola ini.  Dengan logo Kuda Pegasus dan mottonya Somniare Aude Animo et Fide yang memiliki makna “Berani Meraih Impian dengan Semangat dan Keyakinan”, PRO DUTA FC menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Liga Indonesia Divisi Utama.

1348902677317794903

Pada musim pertamanya di kompetisi Divisi Utama 2009-2010, yang saat itu bernama Liga Joss Indonesia, Pro Duta FC yang memilih Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta sebagai homebasenya, menempati peringkat 6 Grup 2.  Pro Duta gagal bersaing dengan Persidafon Dafonsoro, Persiba Bantul, Deltras Sidoarjo, Persikab Kab. Bandung dan Gresik United.  Pada tahun tsb juara Divisi Utama adalah Persibo Bojonegoro, mengalahkan Deltras Sidoarjo, Semen Padang dan Persiram Raja Ampat.

Pada musim keduanya tahun 2010-2011 dengan nama Liga berubah menjadi Liga Ti-phone, nama Pro Duta FC pun turut berubah menjadi Pro Titan FC.  Perubahan nama ini karena pada tahun tsb Pro Duta mendapatkan sponsor utama dari perusahaan tambang PT Titan Wijaya, dan sesuai kesepakatan pula Pro Titan berpindah home ke Medan, Sumatera Utara.  Sayang musim kedua tidak berjalan terlalu baik bagi Pro Duta (Pro Titan).  Pro Duta harus finish di peringkat 11 Grup 1, satu strip di atas zona degradasi.  Pada musim 2010-2011 Divisi Utama dijuarai oleh Persiba Bantul yang mengalahkan Persiraja Banda Aceh, MItra Kukar dan Persidafon Dafonsoro.

Pada musim 2011-2012, atau musim ketiga Pro Duta FC di Divisi Utama, Pro Duta sempat mendaftarkan diri menjadi peserta klub Liga Profesional Kasta Tertinggi dan mengikuti verifikasi AFC.  Namun, Pro Duta gagal menjadi salah satu pilihan menjadi peserta di Indonesian Premier League, sehingga tetap harus berjuang di Divisi Utama.  Dengan vakumnya PSDS Deli Serdang dan Medan Chiefs di Stadion Baharudin Siregar, Lubuk Pakam, Deli Serdang, akhirnya Pro Duta boyongan dari stadion Teladan Medan ke Deli Serdang.

Kiprahnya di Divisi Utama kali ini berjalan cukup mulus.  Berada di Grup 1, Pro Duta sukses menjadi jawara grup mengalahkan PSLS Lhoukseumawe dan Persikabo Kab. Bogor.  Dengan bekal juara Grup 1, Pro Duta menggenggam tiket otomatis promosi ke Indonesian Premier League musim ini.  Sayang di final Divisi Utama Pro Duta gagal membendung Persepar Palangkaraya, dan harus puas menjadi runner up.  Polesan pelatih berdarah Brazil-Spanyol Roberto Bianchi telah mengubah Pro Duta FC menjadi klub yang disegani di Divisi Utama, meskipun materi pemainnya didominasi oleh pemain muda.

Menyambut musim kompetisi 2013 mendatang, Pro Duta hanya akan menggunakan 60% pemain musim lalu, sedangkan 40% lainnya akan dipinjamkan ke klub lain, agar mendapatkan kesempatan bermain reguler lebih banyak.  Maklum saja, pemain Pro Duta banyak yang di bawah 21 tahun, dan mereka tidak hanya dikontrak per musim seperti umumnya klub-klub Indonesia, tapi langsung 2 hingga 3 tahun.  Wuih, keren, kayak klub Eropa aja ya….

http://produta.com/2012/07/13/pro-duta-fc-akan-menambah-pemain-di-musim-depan/

Akankah para pemain muda Pro Duta akan sanggup menghadapi derasnya persaingan di level teratas sepakbola Indonesia?.  Tapi, walau bagaimanapun salut untuk Pro Duta FC, yang sukses dari klub amatir menjadi klub Profesional, klub yang mengelola operasionalnya dengan baik, tanpa sedikitpun bantuan APBD.  Dan buat penggemar sepakbola di Medan, tidak perlu sedih kehilangan PSMS Medan, karena Pro Duta siap menjadi ikon baru sepakbola Sumatera Utara….

Salam Sepakbola Bangkit!!!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,99 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Timnas U-23 dan Prestasi di Asian Games …

Achmad Suwefi | | 22 July 2014 | 13:14

Sindrom Mbak Hana & Mas Bram …

Ulfa Rahmatania | | 22 July 2014 | 14:24

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 15 jam lalu

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 15 jam lalu

Perlukah THR untuk Para Asisten Rumah …

Yunita Sidauruk | 16 jam lalu

Jangan Keluar dari Pekerjaan karena Emosi …

Enny Soepardjono | 16 jam lalu

Catatan Tercecer Pasca Pilpres 2014 (8) …

Armin Mustamin Topu... | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: