Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Irfan M

Padamu Negeri

Timnas Indonesia Love U Full

OPINI | 18 June 2012 | 21:05 Dibaca: 1245   Komentar: 10   5

1340008204174092912

Selama bulan juni  ini saya sering buka kanal bola isinya tentang piala eropa 2012 sangat sedikit sekali yang membahas tantang sepak bola Indonesia.

Semua pencinta bola terkena Sindrom piala Eropa 2012.

Bagi saya yang suka bola bukan nya tidak suka nonton piala eropa tetap suka tapi piala eropa ngga bisa membangkitkan Passion dan Adrenalin saya.

Berbeda kalo Timnas Indonesia bertanding itu selalu membangkitkan Passion dan adrenalin saya .

Kenapa? karena setiap timnas indonesia bertanding selalu membuat saya berkeringat, panas dingin,gemetar bawaanya pengen merokok melulu karena nonton pertnadingan itu kadang suka gemes sama pemain timnas indonesia yang drible bola sendirian dan ngga bisa one on one melewati pemain lawan masih aja memaksakan diri untuk medrible bola ngga liat apa posisi temanya yang kosong dan ngga terkawal dan lebih besar peluang nya untuk mencetak gol,padahal main bola itu adalah 11 lawan 11 bukan 1 lawan 11 ngga diajar apa itu pemain waktu latihan dan waktu masih yunior. Belum lagi kalo salah passing kepada teman,dan ini seringkali terjadi sama pemain timnas aduh udah bikin makin kesal  aja, kalo distastitik tuh pass not completed untuk aja ngga ditampilkan tuh kalo ditampilkan malu ntar. Belum lagi kalo timnas diserang tim lawan secara bergelombang maka nampak sekali defense yang kacau balau serabutan ngga terkoordinir dengan baik defensenya banyak sekali celah yang kosong yang tahu-tahunya ada aja striker tim lawan lolos dan tinggal berhadapan sama kiper, waduh itu bisa bikin sport jantung melihatnya terlepas itu menjadi gol atau tidak.

Tapi walau timnas Indonesia yang acak kadut begitu saya tetap nonton biarpun itu kalah atau menang mau itu timnas Senior timnas , Timnas U23,U21,U19,U17,U16,U14,U12  saya tetap nonton dan dukung walau didepan TV doang itupun kalo disiarkan langsung oleh TV. Beruntung sekarang stasiun TV udah banyak yang mau menyiarkan secara langsung untuk timnas Senior dan Yuniornya, ngga seperti dulu boro-boro disiarkan wong berita aja sedikit apalagi kalo kalah semakin lama beritanya nongol di majalah maupun diportal berita Online.

Bagi saya euforia piala eropa ini ngga bisa membangkitkan adrenalin saya karena pertandingan piala eropa sudah sangat bagus dan ciamik permainannya ngga perlu dikomentari lagi dan juga kalo salah satu tim negara kalah atau menang dalam tiap pertandingan bukan karena mereka tidak bagus atau berbeda secara kualitas , itu lebih kareana taktik dan strategi mungkin dan juga faktor keneruntungan.Karena kalo dilihat dari peserta putaran final ini semua tim sama dan berpeluang untuk menang tinggal bagaimana mereka tim pelatih meracik skuad dan strategi di lapangan aja.

So kembali ke timnas indonesia, bagi saya Timnas Indonesia tetap nomor satu baik itu kalah atau menang tetap dukung dan nonton mau itu permainannya acak kadut kek, kacau balau kek, ngga teratur kek bagi saya itulah yang membangkitkan adrenalin dan gairah karena sudah bikin sport jantung menontonnya, karena saya cuma penonton bukan pemain yang bisa lebih berbuat untuk negaranya. Saya hanyalah penonton dan pendukung hanya bisa berbuat dan membantu dengan doa semoga timnas selalu menang disetiap pertandingan mau itu lawan tim negara lemah maupun tim negara yang kuat sepakbolanya.

Seandainya anak saya berbakat jadi pemain bola doktrin pertama yang saya katakan adalah Berjuanglah untuk negaramu sampai berdarah-darah untuk negaramu jangan kau abaikan panggilan negaramu hanya untuk kepentingan Uang atau apapun itu karena membela negara tidak dapat diukur dengan nilai materi apapun, dan juga berjuanglah dilapangan sampai batas maksimal semaksimal kemampuan kamu untuk negaramu.Karena bapakmu ini tidak bisa membela negara mu ini karena ngga ada bakat dalam sepakbola cuma bisa membantu dengan doa selama ini.

Dan kalo disuruh memilih misalya final piala eropa ini jadwalnya sama timnas bertanding sama dengan jadwal tanding timnas indonesia yang walaupun itu labelnya cuma uji coba saya lebih memilih untuk nonton timnas bertanding.

So bagi saya buat apa berkomentar tentang taktik, strategi, prediksi, kekuatan atau negara yang bakal  juara di piala eropa ini. ngga ada pengaruhnya bagi mereka karena semua tim negara tersebut dihuni oleh sekumpulan pemain hebat yang punya tehnik plus skill tinggi didukung oleh manajemen yang hebat dan juga Pelatih hebat yang punya jam terbang  tinggi dalam pertandingan Internasional otomatis mempunyai ribuan bahkan jutaan strategi dan taktik yang bagus dikepala mereka untuk diterapkan dilapangan.

Lebih baik membahas taktik dan strategi Timnas Indonesia yang tidak dihuni oleh sekumpulan pemain hebat yang tidak punya tehnik dan skill tinggi serta tidak didukung oleh manajemen yang hebat pula dan juga pelatih yang ngga punya jam terbang tinggi dalam pertandingan internasional otomatis ngga punya banyak strategi dan taktik dalam meracik strategi permainan di lapangan.

Udah dulu tulisan saya ini bagi yang berkenan dan sepaham, saya ucapkan Always Love U Timnas Indonesia. bagi yang ngga berkenan mohon kritiknya jangan pedas-pedas ntar mata saya berair kena cabenya, ha..ha..ha.. just kidding ngga usah diambil hati.

Oh ya artikel ini saya buat karena sering liat kanal bola dan semuanya kena sindrom piala eropa sedikit sekali yang menulis artikel  tentang sepakbola nasional diantara yang sedikit itu tetap ada yang konsisten menulis tentang sepakbola indonesia yaitu bapak Manly dan bapak Zen yang tetap menulis artikel tentang sepakbola nasional walaupun kanal bola penuh dengan sepakbola piala eropa salut buat bapak berdua.

Salam Merdeka dan salam burung Garuda bukan burung Perkutut.

BRAVO SEPAKBOLA INDONESIA

Sumber gambar : Disini

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 5 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 6 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 7 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Mencari Azan ke Kampung Segambut …

Rita Kunrat | 8 jam lalu

Wonderful Indonesia: Menelusuri Jejak …

Casmudi | 8 jam lalu

Memanfaatkan Halaman Rumah untuk Tanaman …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Jangan-jangan Jokowi (juga) Kurang Makan …

Eddy Mesakh | 8 jam lalu

Susi yang Bikin Heran …

Mbah Mupeang | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: