Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Ghazian Al Wafi

Another sunny day, and dreamin' far away. Dreaming on my pillow in the morning. Never selengkapnya

Persibara Banjarnegara, Kasta Tertinggi? Mengapa Tidak!

OPINI | 03 May 2012 | 00:19 Dibaca: 2149   Komentar: 19   1

1335960680322354318

Persibara Banjarnegara

Persibara Banjarnegara, mungkin di kancah persepakbolaan nasional adalah tim antah berantah yang tidak di ketahui jejaknya. Tapi menilik beberapa tahun kebelakang, prestasi tim ini tidak bisa dianggap sebelah mata di region Jawa Tengah. Runner up porda Jawa tengah tahun 2001 dan Juara Piala Suratin region Jawa Tengah tahun 2008 adalah buktinya. Tetapi pasca itu seakan prestasi tim kebanggaan masyarakat  Banjarnegara itu kian tenggelam. Divisi III nasional pun seakan akrab dengan Persibara, terlampaui oleh tim dari kabupaten-kabupaten tetangga seperti PSCS Cilacap dan Persitema Temanggung di Divisi Utama, Persibangga Purbalingga dan Persibas Banyumas di Divisi I.

1335960789273439777

Tim Porda Banjarnegara Tahun 2001, yang berhasil meraih Runner-up

Miris tentunya melihat prestasi Persibara Banjarnegara yang jalan di tempat, padahal pemain-pemain dari Kabupaten Banjarnegara sangat berbakat dan pantas bermain di level yang tinggi di kancah persepakbolaan nasional. Sebagai buktinya jika ada turnamen terbuka di sekitar eks karisidenan banyumas, boleh dibilang tim-tim dari Kabupaten Banjarnegara adalah langganan juara. Lalu siapa yang salah ? Tidak perlu saling menyalahkan, yang terpenting adalah bagaimana usaha dan kerja keras semua elemen masyarakat Banjarnegara. Fasilitas ? Stadion baru sudah ada, dan setiap tahunnya diperbaiki segala kekurangannya. Pembinaan yang lebih intensif terhadap bibit-bibit muda calon pesepakbola masa depan tentu harus digalakan lagi, melalui SSB-SSB yang berkualitas tentu bakat-bakat tersebut akan terasah dengan baik dan benar. Lalu kompetisi-kompetisi internal yang dikelola dengan baik juga harus lebih digerakan lagi karena ini merupakan ajang bagi para pemain untuk menunjukan dirinya, semakin banyak kompetisi akan semakin baik. Kompetisi yang berjenjang dari usia 10 tahun hingga usia sebelum memasuki usia 23 tahun, sebagai gambaran kompetisi internal di Kabupaten Banjarnegara saat ini mati suri dan POPDA ( Pekan Olahraga Pelajar Daerah ) untuk cabang sepakbola tingkat SMA pun ditiadakan sejak lama, karena terakhir ada adalah medio tahun 2000-an. Perlu orang-orang yang benar -benar profesional untuk menangani persepakbolaan Banjarnegara yang mati suri ini.

1335960862481565665

Persibara Juara Piala Soeratin region Jawa Tengah tahun 2008

Di awal tahun ini kepengurusan Pengcab PSSI Kabupaten Banjarnegara sudah terbentuk, harapan dan cita-cita tentunya sudah dibebankan kepada mereka-mereka. Mulai dari nol, sedikit demi sedikit untuk mulai berkembang lagi. Dukungan dari Pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Banjarnegara juga pasti sangat diperlukan. Jangan takut untuk berkembang dan maju karena Banjarnegara adalah kota kecil, nyatanya Lamongan yang juga kota kecil memiliki tim Persela Lamongan yang prestasinya bagus di kasta tertinggi persepakbolaan nasional dan digunakan sebagai penarik investor daerah. Maju Terus Banjarnegara dan Selamat Berjuang Persibara Banjarnegara !

13359609491378933893

Persibara vs Villa 2000 di Piala Soeratin Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Stadion Sriwedari, Solo

1335960995893666119

Pemain Persibara vs Pemain Villa 2000

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Food Truck - Konsep Warung Berjalan yang Tak …

Casmogo | | 23 April 2014 | 01:00

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 7 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 9 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 9 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 10 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: