Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Sang Juara

seorang juara selalu mencari kesempatan seorang yang kalah selalu mencari alasan

Apa Kabar Persekabpas?

OPINI | 29 March 2012 | 17:12 Dibaca: 2107   Komentar: 6   2

Persekabpas Pasuruan adalah salah satu tim fenomenal di LI 2006, dengan julukan The Lassak (Laskar Sakera) Persekabpas membuat kejutan di kancah sepakbola nasional tahun 2006. Sebagai tim yang baru berangkat dari divisi I PSSI di LI, capaian semifinal Liga Indonesia cukup membuat mata para pengamat sepakbola, supporter terbelalak. Salah satu pemain fenomenalnya adalah Zah Rahan Kranggar (skrg di Persipura), Supaham, dan pemain muda potensial anggota timnas Sea Games 2006 bernama Siswanto. Dengan support dana APBD yang berlimpah menjadikan Persekabpas sebagai tim calon juara, gaji, kontrak dan bonus amat mudah mereka peroleh sehingga kemenangan demi kemenangan mudah diraih. Sangat mudah…..sampai akhirnya kalah secara tragis oleh PSIS Semarang pada semifinal di Stadion Manahan Solo.

Pada tahun 2007, sebagai imbas dari terbitnya Permendagri no 13 tahun 2006 yang isinya antara lain pelarangan penggunaan dana APBD untuk sepakbola. Ini disikapi serius oleh ketua umum saat itu, Bupati Pasuruan Jusbakir Aldjufri dan Ketua DPRD Ach.Zubaidi untuk menyetop penggunaan APBD bagi kebutuhan tim sepakbola. Mereka melihat ada kepentingan yang lebih besar, yaitu Relokasi RSUD Pasuruan yang tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Akibatnya, Persekabpas dengan segala kerendahan hati memutuskan untuk mundur dari kompetisi LI musim 2008 demi menyelamatkan kepentingan masyarakat yang lebih membutuhkan. Dampaknya pemain2 Persekabpas dipersilahkan untuk mencari klub lain. Sampai saat ini hingar bingar sepakbola Pasuruan masih cukup terasa walaupun klub kesayangan mereka tidak berlaga di ISL, Sakeramania tetap setia mendampingi Persekabpas walaupun pemain2nya adalah pemuda2 kampung, pemuda yang bertalenta tapi belum punya nama.

Nah, bagaimanakah dengan Klub2 ISL versi KPSI? Legowokah anda seperti yang Persekabpas lakukan demi menyelamatkan sepakbola nasional? Stop APBD, bina pemain muda, mulai kompetisi dengan fair, tunjukkan semangat persatuan, lepaskan ego sbg klub besar (toh tanpa APBD bisa jdi klub gurem lagi). Dukung PSSI untuk kemajuan sepakbola nasional.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Taman Balekambang, Bukti Cinta Orangtua …

Agoeng Widodo | | 30 September 2014 | 15:39

Gedung DPR Dijual …

Hendra Budiman | | 30 September 2014 | 11:55

Bahkan Macan Asia pun Butuh Demokrasi …

Yudhi Hertanto | | 30 September 2014 | 12:16

Langkah Kecil, Meninggalkan Jejak yang …

Ngesti Setyo Moerni | | 30 September 2014 | 15:07

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 6 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 8 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 9 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 10 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Layanan Kesehatan Harus Ramah dan Terbuka …

Baihaqi | 7 jam lalu

Bogor Islamic Book Fair 2014 …

Adi Setiadi | 7 jam lalu

“Indonesia Tanah Air Beta”, Kata …

Elvini Effendi | 7 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 7 jam lalu

Orang Indonesia Itu Baik-baik Semua …

Den Bhaghoese | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: