Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Abdul Muin

Hanya orang biasa. blog duniaketawa.blogspot.com

Tentang Sepak Bola Indonesia: Muak!

OPINI | 11 March 2012 | 19:03 Dibaca: 750   Komentar: 98   0

Muak adalah perasaan mau muntah. Setelah muak dengan sinetron yang tak jelas ceritanya. Kini bertambah lagi dengan tontonan yang memuakkan yaitu permainan timnas Indonesia di layar tivi. Monoton, miskin kreasi, salah passing, yang ujungnya kekalahan buat timnas Garuda. Belum lagi hilang dari ingatan kita, timnas senior dibantai 10-0 oleh Bahrain, kini yang junior menyusul. Keok 2-0 di Bandar Seri Begawan. Brunei, negara yang luasnya cuma “sekangkang kera” sanggup mengalahkan Indonesia yang luasnya jutaan kilometer. Benar-benar memalukan!

Inilah hasil dari sikap egois PSSI, yang tak peduli lagi dengan harkat dan martabat bangsa di mata dunia. Mereka mencoreng muka Indonesia dengan kekalahan telak 10-0. Sejak lagu Indonesia Raya dinyanyikan oleh W.R. Supratman, inilah kekalahan terbesar Indonesia. Dan sejak Bung Karno membacakan teks proklamasi, inilah kekalahan pertama dan memalukan yang dialami Indonesia dari Brunei Darussalam. Anehnya, tim ini mau dipertahankan sampai Sea Games 2013. Aneh!

Bagi pendukung PSSI, mereka menganggap wajar saja kekalahan ini, karena proses menuju pendewasaan. Kalau boleh saya bertanya, apakah Anda mau, dalam menuju proses pendewasaan anak anda terlibat narkoba, terus ditangkap polisi kemudian masuk penjara? Apakah Anda mau, dalam menuju proses pendewasaan, anak gadis anda hamil di luar nikah?  Tentu anda semua tidak menginginkan hal itu terjadi pada anak kita. Demikian juga dalam dunia sepak bola. Kalah 10-0 di ajang resmi Piala Dunia adalah sangat memalukan. Dan kalah dari negara kecil yang tak punya liga, lebih memalukan lagi.

Anehnya, Johar Arifin ketika ditanya wartawan kenapa tidak mau mengambil pemain dari ISL untuk memperkuat timnas. Dia dengan enteng menjawab, bukan kemauan kita, tapi FIFA yang melarang pemain ISL untuk memperkuat timnas. Jawaban ini sama persis dengan Nurdin Halid ketika ditanya wartawan kenapa tak mau mengambil pemain dari LPI untuk memperkuat timnas. Sangat disayangkan, Johar Arifin, dengan embel-embek profesornya, mengikuti gaya Nurdin Halid.  Aroma balas dendam sangat terasa menusuk hidung. Sedangkan harkat dan martabat bangsa dikorbankan.

Pemerintah dalam hal ini menpora harus turun tangan agar sepak bola kita kembali ke jalan yang benar.  PSSI saat ini sudah sesat dan menyesatkan. Lebih baik disanksi FIFA daripada selalu mempermalukan bangsa.

Sekian.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Haruskah Jokowi Blusukan ke Daerah Konflik …

Evha Uaga | | 19 December 2014 | 12:18

Artis, Bulu yang ‘Terpandang’ di …

Sahroha Lumbanraja | | 19 December 2014 | 16:57

Jalanan Rusak Kabupaten Bogor Bikin …

Opi Novianto | | 19 December 2014 | 14:49

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Potong Generasi ala Timnas Vietnam Usai …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Penyebutan “Video Amatir” Adalah …

Arief Firhanusa | 9 jam lalu

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 11 jam lalu

Inilah Drone Pesawat Nirawak yang Bikin …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: