Artikel

Bola

Palti Hutabarat

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Saya Bekerja di Perkantas Riau sejak 2007. Punya visi membina kaum intelektual muda supaya tidak hanya pintar, tetapi juga punya mental dan moral yang bagus. Agar Indonesia menjadi lebih baik. Setahun di Kompasiana... Belajar menerima orang apa adanya... Belajar menulis apa adanya... Berjuang Terus untuk Indonesia...

Menpora: PSSI Harus Mengakui PT Liga Indonesia


OPINI | 08 February 2012 | 12:35 Dibaca: 1595   Komentar: 125   Nihil

Agak aneh pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng di sela-sela rapat kerja antara Menpora, KONI/KOI, dan Komisi X DPR, di Gedung DPR RI, Selasa (7/2/2012) malam. Andi meminta PSSI mengakui PT Liga Indonesia dan Indonesia Super League (ISL).

“PSSI harus mengakui PT Liga Indonesia dan mereka juga harus akui PSSI. Dua kompetisi jalan dua-duanya. Nanti di akhir musim diadu dua-duanya. Pemain pun tidak jadi korban dari permasalahan ini karena kami tidak mau mempermainkan hak dari seluruh masyarakat Indonesia,” beber Andi

Entah apa yang dipikirkan Andi sehingga dia berani meminta hal ini kepada PSSI. Bukankah hal ini bukanlah hal yang diinginkan oleh PSSI. Apalagi dalam pemikiran PSSI, Liga yang resmi dan diakui adalah Indonesia Premier League. Di luar itu maka liga itu ilegal.

Mungkinkah Andi memang sudah tidak sanggup menyelesaikan perkara dualisme kompetisi ini dan akhirnya berharap dua-duanya diakui??

Andi sendiri sebenarnya punya keinginan dengan diakuinya ISL, maka seluruh rakyat Indonesia untuk mewakili Indonesia dalam kancah internasional di Sepakbola tidak terhalangi. Andi berharap semua pemain asli Indonesia punya hak yang sama untuk bisa membela merah putih.

Hal ini sebenarnya pernah disampaikan juga oleh Andi ketika masalah dualisme kompetisi membuat Liga terpecah menjadi ISL dan LPI. Tetapi apakah kali ini ISL akan diakui sama seperti LPI yang diakui oleh Komite Normalisasi??

Mari kita lihat saja bagaimana perkembangan selanjutnya dari kisruh PSSI ini yang akan bermuara di bulan maret. Semoga setelah bulan maret tidak ada lagi kisruh yang terjadi. Amin

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: