Artikel

Bola

Ketika Wasit Ikut Adu “Lari”


OPINI | 04 February 2012 | 13:26 Dibaca: 717   Komentar: 10   1 dari 1 Kompasianer menilai aktual

SALAM PERDAMAIAN KOMPASIANA..

sebuah pertandingan yang mempertemukan dua klub selalu terjadi gesekan diantara pemain kedua tim…

wasit yang tugasnya adalah menjalankan aturan permainan selalu menjadi pihak yang dituduh menjadi sebab salah satu tim kalah. entah itu di spanyol ketika madrid disingkirkan oleh barcelona di copa delrey wasit yang dijadikan kambing hitam sampai2 sang pelatih menunggu sang wasit ditempat parkir….

atau ketika darby manchester dalam ajang piala FA dimana city kalah dari united hanya karena wasit memberikan kartu merah kepada pemain city… semuanya selalu wasit yang disalahkan apakah karena itu kelalaian wasit dalam menjalankan tugasnya ataupun karena tim yang kalah tidak terima dikalahkan oleh musuh bebuyutannya…

itu baru di liga eropa…

BAGAIMANA KALO DI INDONESIA?????

kemarin begitu dahsyat pemberitaan di kompasiana sampai2 videonya juga ditampilkan..

bagaimana wasit yang seharusnya dihormati dan ditakuti pemain malah menjadi target penonton untuk dipukuli..

sampai2 terjadi kejar2an seperti halnya “lomba lari 100 meter” ajha…

sebagai suporter bola kita semua pasti merasa kecewa deengan keputusan wasit..

tapi apakah dibenarkan jika kita menghakimi wasit apalagi sampai pingsan dan dikejar2 kayak pencuri???

sebagai suporter yang bijak sudah selayaknya jika kinerja wasit kita kritisi tapi bukan dengan cara2 yang anarkis…

kalo suporter emang menginginkan kualitas wasit yang bagus kenapa tidak diganti ajha wasitnya dengan wasit dari luar negeri seperti yang pernah di lakukan saat turnamen LPI…

buktinya wasit dihormati, disegani, penonton belajar banyak dari ketegasan wasit bahwa sepakbola ada aturan dan ada hukuman yang harus dijalankan dan dipatuhi oleh pemain, pelatih dan penonton…

semoga saja wasit2 di indonesia belajar banyak dari banyaknya kasus pemukulan sampai dikejar2 kayak pencuri yang mau dihakimi oleh massa guna menciptakan suasana kompetisi yang damai, nyaman, dan pastinya sebagai pembelajaran buat pemain pada akhirnya bahwa sepakbola mempunyai aturan2 yang harus ditaati dan dijunjung tinggi melebihi sebuah kemenangan ataupun kekalahan..

salam perubahan

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: