Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Kontributor Suporter

Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri

Gadis - Gadis Belia Dalam Akuarium di Mangga Besar ( 17th ! )

OPINI | 21 January 2012 | 03:34 Dibaca: 48360   Komentar: 17   0

Sebuah hotel berbintang tiga di Jl Mangga Besar, Jakarta Pusat, menyediakan paket gadis-gadis muda untuk kencan short time. Mereka ditempatkan dalam ruang kaca besar seperti akuarium.Gadis-gadis belia ini layaknya seperti ikan hias yang siap untuk dipilih oleh tamu yang datang mengunjunginya.

Mencari Htl tvl di Jl Mangga Besar, tidaklah terlalu sulit. Di depan Jl Lokasari ada lampu merah, belok kanan, dan sekitar 50 meter di sebelah kiri, kita akan menemukan hotel berlantai empat yang di halamannya selalu ramai dipadati mobil-mobil parkir dari berbagai merek.

Hotel Tvl ini merupakan hotel bintang tiga yang memiliki fasilitas hiburan paling lengkap di antara hotel-hotel berbintang tiga lainnya. Selain ada kamar, hotel ini juga menyediakan ruang karaoke, diskotek, SPA, pijat, dan ‘lapangan tembak’.

Tidak heran bila hotel Tvl ini saban malam selalu ramai dikunjungi tamu-tamu yang ingin berwisata birahi.

Setiap tamu yang datang pasti tidak akan melewatkan lantai dua di hotel ini. Karena selain terdapat restoran untuk rendevouz dengan gadis-gadis cantik yang juga merupakan tempat display ladies escort karaoke, juga di sebelahnya ada akuarium besar berisi gadis-gadis belia untuk kencam short time.

Berbeda dengan LC karaoke yang juga bisa untuk berkencan, tetapi tarifnya sangat bervariasi dan tidak memiliki patokan jelas.

“Ada yang Rp1 juta, Rp1,5 juta, dan ada yang Rp2 juta. Tergantung anaknya, Mas. Dia yang bikin harga sendiri,” ujar Lisa, seorang ‘mami’ yang ada di restoran itu.

“Itu si Fanny. Dia mau kencan asal Rp2 juta, emang anaknya cantik. Cina Singkawang, Sebelum kencan dia mau menemanin karaoke dulu,” kata mami itu lagi menjelaskan.

Menurut mami, cewel-cewel LC karoeke yang merasa memiliki wajah cantik dan menjadi primadona memasang bandrol cukup tinggi, sementara yang biasa-biasa saja rata-rata tarifnya Rp1 juta.

Sedangkan untuk gadis-gadis belia di dalam akuarium, patokan harganya jelas. Dengan uang tidak lebih dari Rp300.000, termasuk kamar, kondom, dan soft drink, tamu sudah dapat menikmati ‘wisata bahari’ dengan memilih teman kencan sesuai selera masing-masing. Rata-rata cewek yang di akuarium masih muda-muda berusia antara 16-22 tahun.

Di dalam akuarium itu setiap harinya tidak kurang dari 30 gadis yang stand by duduk-duduk sambil berhias, ngerumpi, atau melamun menunggu tamu yang datang.

Mereka dibagi dalam dua shitf, shift pertama mulai pukul 16.00 sampai pukul 20.00, sedangkan shift kedua dari pukul 20.00 sampai pukul 02.00 dini hari.

“Itu, Mas, yang rambutnya panjang No 27, baru datang. Cepet lho dipilih, ntar keburu diambil orang,” kata Mami Else, yang bertugas di ruang akuarium ketika kami sedang melihat-lihat di sana.

Tak lama kemudian mami itu memanggil no 27 dan mengenalkannya kepada saya. “Ini Erni, Mas. Baru seminggu di Jakarta dari Indramayu,” tutur mami lagi.

“Cuma Rp210.000 ribu, Mas. Udah sama kamar dan dapet kondom, gak mahal khan,” kata mami itu lagi berpromosi.

Erni yang berkulit putih dengan tinggi badan 165 cm ini melihat dengan kerling mata genit sambil terus mengapit tangan saya.

Untuk kamarnya bisa memilih, apakah di dalam hotel atau di dalam kamar khusus di akuarium itu yang juga merupakan tempat pijat plus-plus. Tentunya untuk kamar hotel harganya berbeda, setiap tamu dibebani harga kamar hotel Rp150.000/jam.

Kamar khusus yang di dalam akuarium itu ada 10 ruangan di dalam lorong kecil dengan ukuran 3 X 5 meter yang dilengkapi dengan shower, meja rias, dan dua minuman aqua botolan.

Pengalaman wisata birahi di Hotel Tvl ini memang memiliki sensasi sendiri berbeda dengan tempat-tempat wisata birahi lainnya di Kota, Mangga Besar, dan Hayam Wuruk.

Di hotel ini tamu tidak membeli ‘kucing dalam karung’, artinya setiap cewek yang diajak kencan dipilih dalam keadaan terang benderang, tidak dalam keadaan lampu yang remang-remang seperti tempat-tempat lainnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 3 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 3 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 4 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 9 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 9 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 10 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: