Artikel

Bola

Ooo… Nurdin, Pancen!!


OPINI | 28 March 2011 | 23:22 Dibaca: 184   Komentar: 6   Nihil

“Oooo.. Bocah, Pancen!!”

Begitu kira-kira dulu ibu saya suka meneriaki saya kalau kebetulan saya bandel. Beliau tidak pernah memaki. Cukup dengan kata: “Pancen” itu tadi. Dalam bahasa indonesia, kurang lebih artinya: “Dasar!!”

Kata itu merupakan luapan kemarahan ibu yang terakumulasi dengan segenap rasa dongkol, gemas, dan pasrah tidak bisa berbuat apa-apa untuk menasehati anaknya yang bengal. “Pancen” adalah ungkapan kemarahan yang susah diungkap dengan kata-kata.

Malam ini, untuk kesekian kalinya, mulut saya melontarkan umpatan khas ibu saya itu kepada ketua PSSI.

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar segera mencopot Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng. [Tempo Interaktif]

Oh, saya bukan pula pendukung pak Andi. Saya cuma gemes. Itu orang kok benar-benar nggak punya rasa malu barang sedikit. Daripada minta Presiden nyopot Menpora, mending Nurdin nyopot dirinya sendiri.

Nurdin menuding Menpora telah mengobok-obok PSSI, memberi izin dan menyetujui orang-orang tergabung dalam KPPN. “Yang jelas-jelas melanggar undang-undang,” ujarnya. [Tempo Interaktif]

Padahal, jelas-jelas Nurdin jadi ketua PSSI itu juga nggak sesuai aturan. Akal-akalannya pengurus PSSI saja kan itu memodifikasi aturan-aturan FIFA, sebagaimana kita ketahui bersama.

Aturan FIFA, narapidana nggak boleh jadi ketua federasi.

Saya sebenernya nggak paham soal aturan-aturan sepakbola, apalagi aturan FIFA. Tapi hati kecil saya berkata, narapidana, apalagi untuk kasus korupsi, jadi ketua RT juga nggak pantes!

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: