Artikel

Bola

Dari Chelsea vs MU Semalam


OPINI | 02 March 2011 | 14:40 Dibaca: 345   Komentar: 2   3 dari 3 Kompasianer menilai aktual

12990515591015356483

ulah suporter MU (c) Tom Jenkins/ the Guardian

Pertandingan Chelsea versus Manchester United malam tadi berlangsung sangat menarik. Walaupun Fernando Torres tidak kunjung mencetak gol. Tapi, Torres melakukan apa yang diperintahkan Carlo Ancelotti dengan baik. Carlo Ancelotti memang menugaskan Torres untuk merepotkan pertahanan lawan, bukan untuk mencetak gol.

“I don’t ask him to score,” kata Ancelotti. “I ask my strikers to play for the team.”

Ucapan Ancelotti bisa dipercaya. Buktinya, yang membobol gawang MU, bukan seorang striker, melainkan seorang bek yang harganya separuh dari harga Torres. David Luiz, bek Brazil itu, mencetak gol balasan bagi Chelsea, dengan satu tendangan yang teramat keras. Mungkin David Luiz bisa memikirkan ulang karirnya untuk berganti posisi menjadi striker. Hebatnya lagi, sepakan keras David Luiz itu, dilakukan dengan kaki kanan, bukan kaki terkuatnya. Seharusnya Torres atau Anelka lah yang melakukan sepakan semacam itu, tapi yah, faktanya, David Luiz lah pahlawannya. Sekali lagi, ucapan Ancelotti bisa dipercaya. Ia tidak meminta strikernya untuk mencetak gol.

Bagi Chelsea, memenangi pertandingan semalam, wajib hukumnya. United tidak pernah mengalahkan Chelsea di kandang, selama 9 tahun. Rekor ini harus dipertahankan. Sebelumnya, Chelsea telah dipencundangi Liverpool, di kandang sendiri pula! Tensi pertandingan langsung meningkat waktu Wayne Rooney berhasil menyarangkan bola ke gawang Petr Cech.

Gol Rooney itu sangat bagus. Dia menggiring bola, berputar 180 derajat untuk mengecoh Branislav Ivanovic, kemudian melesakkan sebuah tembakan akurat yang mengarah ke pojok bawah gawang Cech. Skor 1 - 0 untuk MU.

David Luiz membalas Gol itu, menyamakan kedudukan. Kemudian berkali-kali Chelsea mengancam gawang Van Der Sar. Semuanya tidak membuahkan gol. Baik Lampard, Essien, maupun Malouda, yang selama ini dikenal sebagai gelandang-gelandang eksplosif yang piawai mencetak gol, semuanya tumpul malam tadi.

Sampai kemudian, Martin Atkinson sang wasit menunjuk titik putih di menit 80, ketika Yuri Zhirkov dilanggar oleh Chris Smalling. Sebuah keputusan kontroversial dari Atkinson. Sir Alex Ferguson pun menyayangkan kenapa Atkinson yang dipilih menjadi wasit dalam pertandingan itu.

“I don’t know why he’s got the game. I must say that, when I saw who was refereeing it, I feared the worst.” Kata Ferguson. Atkinson, telah memimpin 12 laga di Stamford Bridge, dengan 11 kemenangan bagi Chelsea. Menurut Ferguson, malam tadi, David Luiz melakukan banyak pelanggaran, tapi tidak diganjar kartu. Apalgi ketika Luiz melakukan tackle keras bagi Rooney. Bagi Ferguson, seharusnya itu berbuah penalti.

Kemenangan Chelsea atas Manchester United ini, tentu saja menggembirakan bagi skuad Chelsea. Terlebih, ini terjadi di awal Maret. Setiap awal Maret, Chelsea akan selalu mengenang legenda mereka, Peter Osgood, yang meninggal 1 Maret 2006. Sedangkan bagi MU, kekalahan ini tentu menyesakkan, karena membuka peluang bagi Arsenal untuk mencuri tempat di klasemen.
Terlebih lagi bagi Ryan Giggs, yang pada pertandingan itu telah menyamai rekor Sir Bobby Charlton dengan 606 penampilan di liga.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: