Artikel

Bola

Sepakbola Kita Belum Ada Perkembangan Berarti


OPINI | 30 December 2010 | 10:00 Dibaca: 108   Komentar: 1   2 dari 2 Kompasianer menilai Menarik

Untuk kesekian kali, Timnas Indonesia menjadi juara kedua piala AFF, atau yang sebelumnya dikenal dengan piala Tiger. Empat kali sudah Indonesia masuk final, tak satupun menggondol juara. Jika ada yang lebih pada piala AFF kali ini, tentu itu ada di pemberitaan media yang berlebihan.

Media sempat dituduh menganggu persiapan timnas kala bertandang di bukit Jalil. Menyebabkan pemain hilang konsentrasi, lalu bermain buruk di Kuala Lumpur. Baiklah, itu sudah berlalu. Sekarang, semoga media mau melakukan hal yang sama untuk ‘mengganggu’ PSSI.

Usai Laga, sedikit lemas / foto: dok.pribadi

Terkait soal timnas, menyaksikan permainan timnas kemarin, sama rasanya seperti menyaksikan permainan timnas di tahun-tahun sebelumnya. Sering salah umpan, salah pengertian, antar lini tidak rapat, serangan balik yang lambat, dan sekian banyak lagi kekurangan kita.  Seperti kata Riedl, semua lini perlu di evaluasi.

Riedl, pelatih timnas kita itu adalah pelatih yang bagus! Semoga PSSI tidak memecatnya. Di tangan Riedl, permainan Timnas menjadi lebih disiplin. Pelanggaran-pelanggaran kasar yang dulu sering dilakukan oleh pemain timnas, menjadi minimal. Entah rumus apa yang dipakai oleh Riedl.

Riedl berjanji akan mengevalusasi tim, di semua lini. Ini artinya akan ada beberapa nama yang dicoret dari tim. Bambang Pamungkas sudah mengusulkan satu nama striker muda, kita tinggal tunggu apakah saran ini diterima oleh Riedl atau tidak.

Lalu Riedl pasti akan terus mengerahkan pemandu bakatnya untuk menemukan bakat-bakat sepakbola tanah air. Atau, kalau ia malas mengarungi kepulauan Indonesia yang luas ini, mungkin ia bisa memanfaatkan game Football Manager. Sekedar catatan, Younghusband bersaudara ditemukan oleh Federasi Sepakbola Filipina lewat Game ini.

Demikian catatan kali ini. Acak-acakan dan ngawur karena masih emosi gara-gara lagi-lagi timnas gagal juara.  Lebih emosi lagi waktu dengar Nurdin Halid Pantang Mundur.  Padahal jelas-jelas dia adalah mantan napi untuk kasus korupsi.

Huff…

Ya sudahlah, sampai jumpa di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Seperti biasa, jika timnas bertanding di GBK,  saya akan selalu sempatkan diri untuk menonton.

Salam Runner Up!

Hiduplah Indonesia Raya / Dok. Pribadi

Ganyang Nurdin / Foto: nemu di facebook orang

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: