Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Indra Sastrawat

Wija to Luwu, Alumni Fak.Ekonomi & Bisnis-Unhas. Accountant di Kalla Group, owner d'Citizen Agency RO selengkapnya

Ayam Jantan dari Timur

OPINI | 20 August 2010 | 02:39 Dibaca: 3964   Komentar: 3   1

PSM Makassar

PSM Makassar

Stadion utama Bung Karno 23 Juli 2000 di padati sekitar 30 ribu penonton sebagian besar berkostum merah warna kebesaran Makassar, hari itu final Liga Indonesia VI PSM bertemu Pupuk Kaltim Bontang. Teriakan ewako suporter ayam jantan dari timur julukan PSM membahana seantero senayan, meruntuhkan semangat anak-anak borneo, sepertinya takdir berpihak ke Ramang muda. Kota Makassar seolah-olah jadi kota mati, jalanan sepi mereka terpaku didepan televisi menanti perjuangan Bima sakti cs. Ini final ke-2 PSM di senayan, kalau dihitung dengan masa perserikatan ini final ke-4 PSM (dalam 8 tahun).

Sesungguhnya ini bukan final ideal, final sesungguhnya terjadi di semifinal ketika PSM mematahkan taring Macan Kemayoran Persija 1-0. Ini ibarat pertarungan David Vs Goliath tapi yang ini Goliat yang menang, PSM terlalu perkasa buat lawannya. Sepanjang pertandingan Kurniawan Cs mendominasi lapangan hasil sudah bisa ditebak PSM Juara setelah menang 3-2 lewat 2 gol kurniawan dan 1 dari Rahman Usman. Senayan bergemuruh bersorak menyambut kemenangan PSM, Makassar yang tadinya sepi jadi ramai, ribuan suporter berpawai menyambut kemengan ini. ini bukan sekedar kemenangan tapi ini harga diri kami Bugis Makassar Siri na pacce. untuk kali pertama ada klub luar jawa bisa juara, hegemoni jawa dipatahkan.

Musim berikutnya PSM kembali ke senayan dan sepertinya Stadion Bung Karno lebih senang menyambut anak-anak makassar. PSM menantang sang pemilik kota Persija Jakarta, ribuan suporter merah Makassar yang menempuh perjalanan laut 2 hari 2 malam tenggelam oleh puluhan ribu the Jack Mania. Tapi kali ini Persija yang Juara lewat kemenangan kontroversial 3-2 dendam terbalas, gol penyeimbang dari Kurniawan di anulir wasit. PSM berduka, jalanan kota sepi, diam membisu tidak percaya kalau tim kebanggaan mereka bisa kalah dan yang menyakitkan harga diri kami jatuh.

Di Liga IX (2003) dan liga X (2004) PSM masih bisa bangga sebagai finalis, 2 kali finalis sungguh meyakitkan tapi sekaligus tetap membuktikan bahwa ayam jantan dari timur masih berkokok. Sejatinya PSM adalah klub idaman baik lokal maupun asing, ada ungkapan kalau belum main di PSM karir anda belum lah lengkap. Maka berdatangan lah pemain-pemain import seperti Luciano Leandro, Carlos de Melo, Ronald Fagundez, Christian Gonzales, Abanda Herman, Ali Khadaffi, Aldo Barreto dll. Tak kurang banyak pemain nasional yang menjadi skuad ayam jantan dari timur dari Kurniawan, Bima Sakti, Hendro Kartiko, Yeyen Tumena, Ortizan Salossa dll. PSM di liga VI adalah The dream team, dan merupakan tim perserikatan pertama yang pemainnya lintas daerah dan negara.

Selepas tahun 2004, prestasi PSM menurun drastis tak berdaya di terkam Macan putih Persik, dihajar Laskar Wong Kito Sriwijaya, dan dipermalukan Mutiara hitam Persipura. Padahal tidak kurang dukungan dari suporter dan pemerintah daerah baik moril maupun dana. Tapi hasil tetap nihil, Ayam jantan dari timur belum bangun dari tidurnya. Yang paling ironi musim lalu 2009/2010 PSM harus berjuang dipapan bawah menghindari degradasi, untunglah aib itu menjauh. Ini prestasi terburuk PSM sepanjang liga Indonesia. Periode tahun 2005 sampai 2009 adalah masa-masa suram PSM Makassar.

Memasuki PSM 2010/2011 manajemen mulai bergerak cepat dengan rencana besar membawa Pasukan Ramang kembali ke tahta tertinggi sepakbola Indonesia. Pelatih kaliber dikontrak, pemain lokal berkualitas di datangkan dan pemain asing bertalenta di angkut ke Makassar. Suporter merindukan kembali kejayaan PSM, demi gengsi dan harga diri Bugis Makassar seperti dalam lagu Mars PSM Makassar:

jangan ko takut kami dibelakang mu

gengsi makassar mengalir di darah mu

jangan ko gentar Paentengi siri mu

Ewako PSM..Ewako PSM..Ewako PSM

Salam Damai dari Makassar

20/08/10

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 12 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 12 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 13 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Donor Darah di Perancis …

Bayu Teguh | 9 jam lalu

Magnus Carlsen Tetap Juara Dunia 2014! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 10 jam lalu

Mitos-mitos Seputar Kenaikan Harga BBM …

Axtea 99 | 11 jam lalu

Menggali Potensi Diri dengan Travelling …

Detha Arya Tifada | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: