Back to Kompasiana
Artikel

Balap

Moto GP 2013: Antara Lorenzo, Pedrosa, Rossi, dan Marquez

REP | 08 April 2013 | 12:30 Dibaca: 2119   Komentar: 0   0

Pagelaran Moto GP 2013 telah ditabuh. Delapan belas seri balapan yang akan diarungi tahun ini sudah diawali di Sirkuit Losail, Qatar dinihari tadi (08/04/2013). Podium pertama menjadi milik Jorge Lorenzo–seperti yang sudah diprediksikan sebelumnya. Podium kedua ditempati oleh Valentino Rossi dan ketiga ditempati oleh pembalap debutan–yang juga juara Moto 2 tahun lalu, Marc Marquez.

Balapan  di seri perdana tadi memang menjadi milik Jorge Lorenzo. Tapi saya yakin yang menjadi buah bibir masyarakat pecinta Moto GP adalah duel seru yang terjadi antara sang legenda hidup Valentino Rossi dengan si debutan teranyar, Marc Marquez. Memang banyak yang meragukan kemampuan Valentino Rossi untuk bisa kembali bersaing di Moto GP tahun ini. Apalagi selama dua tahun membela panji Ducati, dia nyaris tak dapat berbuat banyak–hanya dua kali naik podium, itupun posisi kedua. Maka tak heran jika banyak pengamat yang lebih menjagokan Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa untuk menjadi kampiun Moto GP tahun ini.

Seakan ingin menepis semua keraguan tersebut, Valentino Rossi pun memberi jawaban atas pihak-pihak yang meragukan kemampuannya dengan sebuah balapan yang fantastis dinihari tadi. Memulai balapan dari posisi ketujuh, secara perlahan dan meyakinkan ia mampu melewati pembalap-pembalap muda yang ada di depannya hingga akhirnya bertarung dengan Marc Marquez untuk memperebutkan podium kedua.

Duel serunya dengan Marc Marquez juga menjadi pertanda bahwa dia masih mampu bersaing dengan pembalap lain–yang notabene jauh lebih muda–meskipun usianya sudah menginjak 34 tahun. Satu hal yang patut dicermati dan diwanti-wanti oleh para pesaingnya adalah cara Rossi berjuang mendapatkan podium kedua tersebut–dengan gaya khasnya yang menyalip pembalap di depannya satu persatu. Hal ini patut diwaspadai karena dengan dukungan motor yang kompetitif dari Yamaha, bisa saja Valentino Rossi merusak prediksi masyarakat soal siapa yang akan menjadi juara Moto GP tahun ini. Sinyal bahaya ini adalah pertanda bahwa Valentino Rossi belum habis.

Satu hal lain yang patut kita cermati adalah si debutan anyar, Marc Marquez. Melihat gaya balapannya dinihari tadi, saya semakin yakin bahwa “si anak bawang” ini bisa menjadi perusak rencana Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa–yang banyak diprediksi akan memenangkan Moto GP tahun ini. Apalagi dalam balapan di Losail Qatar tersebut, dia mampu membuat Valentino Rossi–Sang Dokter (The Doctor)-nya Moto GP–geregetan untuk memperebutkan posisi kedua. Hal ini tentu tak dapat dipandang sebelah mata, khususnya bagi Lorenzo dan Pedrosa.

Hasil balapan di Sirkuit Losail, Qatar dinihari tadi memang telah mengubah peta persaingan juara. Kalau sebelumnya banyak orang memprediksi bahwa pertarungan hanya antara Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa, maka sekarang bisalah kita sertakan Valentino Rossi dan Marc Marquez di dalamnya. Dengan masuknya kedua pembalap beda generasi ini ke dalam kandidat juara, maka ada jaminan bahwa ajang Moto GP tahun ini bisa lebih asyik untuk disaksiksan–tidak membosankan seperti tahun lalu. Ada pula jaminan bahwa akan banyak aksi-aksi menegangkan yang akan disuguhkan oleh keempat pembalap ini.

Menarik kita tunggu bagaimana kisah balapan di seri selanjutnya. Yang pasti, persaingan tak lagi (hanya) milik Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa saja tetapi Valentino Rossi dan Marc Marquez juga. Pedrosa pun tak bisa hanya “diam-diam” saja seperti balapan dinihari tadi. Saya yakin keempat pembalap hebat ini akan bertarung habis-habisan untuk menjadi yang terbaik di musim ini. Tentunya dengan suguhan aksi yang fantastis pula.

Salam Moto GP!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53


TRENDING ARTICLES

Susi Mania! …

Indria Salim | 5 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 7 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 9 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 8 jam lalu

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Arif Rahman | 8 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Jafar G Bua | 9 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 10 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: