Artikel

Balap

Yayat

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Memasyarakatkan MotoGP dan me-MotoGP-kan masyarakat

Review MotoGP 2011, Tahun Paling Kelam Buat Valentino Rossi


REP | 30 December 2011 | 14:16 Dibaca: 304   Komentar: 64   1 dari 1 Kompasianer menilai aktual

1325229128429425600

Valentino Rossi, Juara Dua rally Monza (dok.MotoGP.com)

Menutup akhir tahun 2011 sepertinya tidak seru kalau saya tak membuat review MotoGP 2011. Tulisan ini sekaligus sebagai penutup tulisan tentang MotoGP saya di tahun 2011 dan sekaligus sebagai penutup MotoGP seri 800 cc.

Juara dunia tahun 2011 memang telah diketahui. Casey Stoner meraih juara dunia yang kedua kali tahun ini. Kepindahan dirinya dari Ducati ke Honda memang berbuah manis. Dari awal Stoner telah mendominasi. Dia memenangi balapan hampir di semua seri.

Kemenangan Stoner di Honda membuat posisinya sama dengan Rossi dalam hal meraih juara dunia di dua tim berbeda. Namun dari sisi kualitas Stoner masih jauh kalau dibandingkan dengan Rossi. Ya iyalah, Rossi juara dunia kelas primer 7 kali dan Stoner baru 2 kali (sebuah pembelaan).

Banyak orang heran kenapa Honda begitu meroket tahun ini. Well, sebenarnya nggak mengherankan juga sih. Tim Honda telah mempersiapkan performa motor seciamik tahun ini sejak bertahun yang lalu. Kucuran dana dan tak henti-hentinya melakukan pengembangan menjadi kunci performa motor Honda sekarang ini.

Selain pengembangan motor, Honda juga “sangat niat” untuk meraih juara dunia dengan menyerbu lintasan menggunakan 3 rider pabrikan dan 2 rider satelit. Ridernya juga bukan rider sembarangan. Ada Casey Stoner, Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso di tim utama dan mendiang Marco Simoncelli dan Hiroshi Aoyama di tim satelit.

Dengan susunan rider seperti ini sudah pasti Honda merupakan ancaman bagi Yamaha yang sebelumnya mendominasi dan Ducati yang performanya justru sedang menurun. Dari 3 tim utama yaitu Yamaha, Ducati dan Honda, tim Honda merupakan tim dengan formasi yang paling kuat.

Yamaha menurunkan formasi Jorge Lorenzo sebagai rider utama dan Ben Spies sebagai pendamping pasca ditinggal pergi Valentino Rossi. Duet keduanya belum sekuat duet masa Lorenzo – Rossi. Ben Spies masih butuh banyak jam terbang untuk menjadi sekaliber Lorenzo. Yamaha tidak bisa dikatakan mengalami kemunduran pasca kepergian Rossi. Yamaha masih bagus kok tapi Honda jauh lebih bagus.

Prediksi bahwa MotoGP 2011 akan seru karena kekuatan tim berimbang tak terjadi. Yang terjadi justru sebaliknya, nyaris di tiap balapan tak ada kejutan karena Honda begitu mendominasi. Bukan salah Honda ini, tapi salah motor lain kenapa nggak bisa mengejar Honda hehehe.

1325229196423478641

Casey Stoner juara dunia MotoGP 2011 (dok.MotoGP.com)

Kalaupun ada kejutan maka itu adalah mengenai Valentino Rossi. Pindah dari Yamaha ke Ducati Rossi membawa misi untuk memperbaiki performa Ducati pasca di tinggal pergi Stoner. Dengan membawa tim yang setia mengikutinya sejak kali pertama bergabung dengan Honda, Rossi yakin bahwa Ducati akan mudah dibenahi.

Nyatanya hingga pertengahan musim performa Ducati malah jalan di tempat, kalau tak bisa dikatakan mundur. Musim ini Rossi hanya sekali meraih podium. Di paruh musim kedua Rossi melakukan perubahan radikal pada motornya hingga ia menamainya Desmosedici GP 11.1.

Apa daya perubahan ini juga tak berpengaruh pada peningkatan performa Ducati. Sampai-sampai ketika diwawancarai Rossi bilang untuk mengambil komentarnya dia yang kemarin saja, hal ini menjelaskan bahwa problem Ducati masih sama. Tahun 2011 menjadi yang terburuk dalam karir balap Rossi dimana ia tak memperoleh satu kemenanganpun.

Perubahan paling radikal yang di ambil Rossi pada motornya adalah ketika ia memutuskan menggunakan mesin ketujuh yang menyebabkan ia memperoleh penalty. Dalam aturan di MotoGP, tiap tim hanya boleh menggunakan maksimal 6 mesin selama satu musim.

Rossi dan tim ingin menggunakan chassis alumunium pada Desmosedici GP 11.1 menggantikan chassis carbon yang biasa digunakan. Karena pada mesin Ducati chassisnya nyambung dengan mesin maka jadilah mesinnya dibongkar sekalian dan dipasang mesin baru. Rossipun harus pasrah memulai balapan dari pitlane karena penalty tadi. Intinya Rossi dan tim telah mencoba berbagai macam cara untuk membenahi Ducati.

Casey Stoner ketika diwawancara MCN mengatakan bahwa ia yakin 100 % bahwa Rossi tak akan lebih cepat dari dirinya saat menunggang Ducati. Sombong? Memang. Stoner bisa mengatakan itu karena selama empat tahun terikat kontrak dengan Ducati ia telah memenangi 23 balapan.

Stoner juga pantas mengatakan itu karena Jeremy Burgess, chief mekanik Rossi dulu pernah bilang bahwa ia sanggup membenahi front end Ducati hanya dalam waktu 80 detik. Jadi kesombongan dibalas dengan kesombongan gitu.

Lalu komentar Rossi? Ketika diwawancari MCN, ia bilang tak menyesal pindah ke Ducati. Musim ini justru membuat ia lebih kuat dari sebelumnya dan ia masih yakin ia akan bisa menaklukkan Ducati. Ia bilang mungkin ia tak akan 11 kali memenangi balapan dalam satu musim tapi ia akan sesering mungkin naik podium. Lebih baik mencoba dan memiliki beberapa masalah daripada tak mencoba sama sekali, begitu katanya. That’s my man hehehehe.

Musim balap 2011 menjadi musim tergelap dalam sejarah MotoGP. Penyebabnya adalah tewasnya The Rising Star, Marco Simoncelli di lintasan Sepang, Malaysia. Dunia balap umumnya dan dunia MotoGP khususnya berduka. Bahkan sampai detik inipun saya masih tak percaya bahwa Marco telah pergi.

Rossipun seperti itu. Ketika Natal minggu lalu Rossi menulis di twitternya kata-kata seperti ini, “Terima kasih untuk semua support dari kalian semua, teman-teman dan penggemar saya. Saya akan menelpon Santa dan minta padanya untuk mengembalikan Sic pada kita”. Sedih ya. Secara Sic sudah dianggap sebagai adik bagi Rossi.

Tapi race must go on. Sebagai penutup seri terakhir MotoGP 2011 sekaligus seri penutup kelas 800 cc di Valencia diadakan tribute to Sic. Seluruh rider dari seluruh kelas turun memutari lintasan untuk menghormati Super Sic. Sebuah momen yang akan terus dikenang. RIP Super Sic.

Bukan hanya Super Sic yang pergi. Tahun 2011 merupakan tahun balapan terakhir bagi Loris Capirossi dan Hiroshi Aoyama. Loris Capirossi pensiun dan Aoyama akan balapan di World Superbike tahun depan. Tahun ini juga jadi kiprah terakhir bagi Suzuki meramaikan balapan MotoGP.

13252292571448908140

Jorge Lorenzo, tak ikut seri terakhir karena cedera jari (dok.MotoGP.com)

Suzuki akan rehat sejenak dari balapan MotoGP dan kemungkinan akan kembali di tahun 2013. Kesulitan dana menjadi penyebab utama Suzuki hengkang dari MotoGP. Sayang sekali sebenarnya. Namun turun di kelas 1.000 cc hanya bermodalkan motor 800 cc tentu akan membuat Suzuki makin jauh tertinggal. So, goodbye dulu Suzuki.

Demikian review singkat saya mengenai balapan MotoGP musim 2011. Tentu banyak hal yang masih asyik untuk ditulis, namun kalau saya tulis semua bakal sepanjang apa tulisan saya ini nantinya. Silakan Anda buka tulisan-tulisan saya yang telah lalu untuk tahu cerita detailnya. Maaf promo dikit hihihih…

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: