
Dibaca: 269
Komentar: 1
Nihil
Awal tahun ini Misano berpesta, Max Biaggi, pembalap tuan rumah, menjadi juara dua race Superbike. Akan tetapi, kini Misano berduka. Shoya Tomizawa meninggal di sirkuit yang sama dalam ajang berbeda.
Nama Grand Prix San Marino seakan dikutuk lekat dengan tragedi. Kematian Shoya Tomizawa mengingatkan beberapa tragedi di GP San Marino. Perlu diketahui bahwa GP San Marino di F1 menggunakan sirkuit Imola dan untuk MotoGP dan Superbike menggunakan sirkuit Misano. Berikut catatan atas tragedi dengan nama Grand Prix San Marino, baik secara langsung maupun tidak langsung.
1982 - GP F1 San Marino adalah kandang Ferrari dan tifosi. Dua pembalap Ferrari, Gilles Villeneuve dan Didier Pironi sepakat melakukan team order. Villeneuve yang memimpin sejak start disalip Pironi di ujung balapan. Gilles yang juga ayah Jacques Villeneuve (Juara Dunia F1 1997) bersumpah tidak akan berbicara lagi dengan Pironi. Balapan berikutnya di Grand Prix Belgia, sumpah Villeneuve benar-benar terjadi. Ia tewas dalam kecelakaan parah ketika kualifikasi. Berbagai tragedi kemudian mendatangi Pironi. Ia patah kaki di Hockenheim 1982 dan tewas dalam kecelakaan powerboat tahun 1987.
1994 - Rubens Barrichello terluka parah pada latihan bebas hari Jumat GP F1 San Marino di sirkuit Imola
Roland Ratzenberger tewas pada kualifikasi hari Sabtu
Ayrton Senna, juara dunia tiga kali, meninggal sehari sesudahnya di tikungan Tamburello
2010 - Shoya Tomizawa meninggal dalam GP San Marino kelas Moto2 setelah ditabrak dua motor
Kecelakaan adalah hal yang sulit dihindari dalam balapan. Betatapun hebat pengamanan yang dilakukan pepatah lama racing is dangerous harus selalu diingat.