Back to Kompasiana
Artikel

Atletik

Mistik di Pertandingan Voli Tarkam

REP | 05 May 2013 | 19:44 Dibaca: 811   Komentar: 3   0

Perhelatan Pertandingan Bola Voli Wanita antar kampung yang diadakan di Kampung Sidodadi Ujung Kijang berakhir hari ini. Pertandingan yang sudah berlangsung 12 hari ini diikuti lebih dari 40 tim dari kampung-kampung ( RT/RW ) yang tersebar di kecamatan Bintan Timur. Final hari ini mempertemukan Tim Voli kampung Sidodadi Ujung sebagai tuan rumah  dan Tim Kampung Budi Mulia sebagai tamu.

Pertandingan Final ini akhirnya dimenangkan oleh Tim Tamu Kampung Budi Mulia dengan skor telak 3-0 (8-25; 4-25 dan 12-25). Pertandingan ini sempat heboh karena dua pemain tim inti Sidodadi Ujung tiba-tiba kram dan lemas dilapangan tanpa sebab di pertengahan babak pertama. Dua pemain itu adalah pemain “naturalisasi” yang dipinjam dari Penyengat, Tg Pinang, kehebatan dua pemain”asing” ini adalah mampu mengantarkan Tim Kampung Sidodadi sebagai tuan rumah ke Final. Beredar rumor di penonton bahwa Tim Lawan sengaja “melumpuhkan” kedua pemain tersebut dengan menggunakan mistik, karena ditemukan tai kucing dilapangan.

Alhasil setelah insiden itu permainan Tim Sidodadi Ujung jadi lemah, beberapa kali terjadi kesalahan, dan smas-smash yang dilepaskan dapat diantisipasi tim lawan yang memang jangkung-jangkung dan muda-muda. Sedang Tim Sidodadi Ujung tersisa hanya pemain lokal yang terdiri dari mbak-mbak yang sudah berumur. Permainan menjadi tidak seru lagi, padahal dukungan penonton sangat ramai. Tim Sidodadi Ujung dipermalukan didepan pendukungnya. Harapan untuk menjuarai turnamen kali inipun gagal.

Pertandingan ini ditutup oleh Kadispora Kab. Bintan. Juara I: Budi Mulia, Juara 2 : Sidodadi Ujung dan Juara 3 : Senbad.  Pada berita ini dituliskan maih berlangung acara orgen tunggal dan permainan domino antar warga sebagai hiburan malam  di akhir turnamen ini.

Berikut photo-photo pertandingan Bola Voli Wanita tersebut:

1367761146784120044

13677612561457891868

Begitulah dinamika olahraga antar kampung, selalu disisipi hal mistis. Sejak zaman penulis muda hingga sekarangpun semua masih saja ada. Penulis masih ingat waktu SMA dulu pernah mewakili kampung penulis menjadi striker di tim sepakbola kampung. Pada satu pertandingan penulis pernah merasakan kram secara tiba-tiba padahal selama bermain bola tidak pernah terjadi.  Oleh “pawang” tim kami pada pertandingan berikutnya di sepatu kami dimasukkan daun kelor.  Hebatnya kaki kami tidak ada lagi kram dan bisa memenangkan pertandingan. Ada lagi cara lain agar menang seperti (maap) mengencinngi gawang lawan agar bisa kita bobol. Aneh-aneh saja. Coba, ya..bisa diterapkan di pertandingan profesional, perdukunan kita kan hebat-hebat, tentu timnas kita bisa menang terus hehehe…salam olahraga tarkam!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24



HIGHLIGHT

Jangan Bakar Jembatan …

Bonekpalsu | 7 jam lalu

Kios Pasar Pon Diperjual Belikan Oknum …

Fajar Agustyono | 7 jam lalu

Kuda-kuda yang Terluka …

Feri Sapran | 8 jam lalu

Dari Desa untuk Bangsa: Sinergi Kepemimpinan …

Mamang Haerudin | 9 jam lalu

BBM Naik, Pelayanan SPBU Pertamina …

Jonatan Sara | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: