Back to Kompasiana
Artikel

Atletik

Mistik di Pertandingan Voli Tarkam

REP | 05 May 2013 | 19:44 Dibaca: 804   Komentar: 3   0

Perhelatan Pertandingan Bola Voli Wanita antar kampung yang diadakan di Kampung Sidodadi Ujung Kijang berakhir hari ini. Pertandingan yang sudah berlangsung 12 hari ini diikuti lebih dari 40 tim dari kampung-kampung ( RT/RW ) yang tersebar di kecamatan Bintan Timur. Final hari ini mempertemukan Tim Voli kampung Sidodadi Ujung sebagai tuan rumah  dan Tim Kampung Budi Mulia sebagai tamu.

Pertandingan Final ini akhirnya dimenangkan oleh Tim Tamu Kampung Budi Mulia dengan skor telak 3-0 (8-25; 4-25 dan 12-25). Pertandingan ini sempat heboh karena dua pemain tim inti Sidodadi Ujung tiba-tiba kram dan lemas dilapangan tanpa sebab di pertengahan babak pertama. Dua pemain itu adalah pemain “naturalisasi” yang dipinjam dari Penyengat, Tg Pinang, kehebatan dua pemain”asing” ini adalah mampu mengantarkan Tim Kampung Sidodadi sebagai tuan rumah ke Final. Beredar rumor di penonton bahwa Tim Lawan sengaja “melumpuhkan” kedua pemain tersebut dengan menggunakan mistik, karena ditemukan tai kucing dilapangan.

Alhasil setelah insiden itu permainan Tim Sidodadi Ujung jadi lemah, beberapa kali terjadi kesalahan, dan smas-smash yang dilepaskan dapat diantisipasi tim lawan yang memang jangkung-jangkung dan muda-muda. Sedang Tim Sidodadi Ujung tersisa hanya pemain lokal yang terdiri dari mbak-mbak yang sudah berumur. Permainan menjadi tidak seru lagi, padahal dukungan penonton sangat ramai. Tim Sidodadi Ujung dipermalukan didepan pendukungnya. Harapan untuk menjuarai turnamen kali inipun gagal.

Pertandingan ini ditutup oleh Kadispora Kab. Bintan. Juara I: Budi Mulia, Juara 2 : Sidodadi Ujung dan Juara 3 : Senbad.  Pada berita ini dituliskan maih berlangung acara orgen tunggal dan permainan domino antar warga sebagai hiburan malam  di akhir turnamen ini.

Berikut photo-photo pertandingan Bola Voli Wanita tersebut:

1367761146784120044

13677612561457891868

Begitulah dinamika olahraga antar kampung, selalu disisipi hal mistis. Sejak zaman penulis muda hingga sekarangpun semua masih saja ada. Penulis masih ingat waktu SMA dulu pernah mewakili kampung penulis menjadi striker di tim sepakbola kampung. Pada satu pertandingan penulis pernah merasakan kram secara tiba-tiba padahal selama bermain bola tidak pernah terjadi.  Oleh “pawang” tim kami pada pertandingan berikutnya di sepatu kami dimasukkan daun kelor.  Hebatnya kaki kami tidak ada lagi kram dan bisa memenangkan pertandingan. Ada lagi cara lain agar menang seperti (maap) mengencinngi gawang lawan agar bisa kita bobol. Aneh-aneh saja. Coba, ya..bisa diterapkan di pertandingan profesional, perdukunan kita kan hebat-hebat, tentu timnas kita bisa menang terus hehehe…salam olahraga tarkam!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | | 01 November 2014 | 06:37

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | | 01 November 2014 | 06:10

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 4 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 5 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 7 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 9 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Dalam Perjumpaan …

Ahmad Robitul Wafa | 8 jam lalu

Apa Kata Krisna jika Melihat Kisah Cinta …

Tarjum | 8 jam lalu

Jokowi dalam Analisis dan Kalkulasi Politik …

Ferdinand Hutahaean | 8 jam lalu

Konsep Pendidikan Karakter Dalam Islam …

Choirul Ummah | 8 jam lalu

Ada (Dalam Tanya) …

Ahmad Robitul Wafa | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: