Back to Kompasiana
Artikel

Atletik

Mistik di Pertandingan Voli Tarkam

REP | 05 May 2013 | 19:44 Dibaca: 787   Komentar: 3   0

Perhelatan Pertandingan Bola Voli Wanita antar kampung yang diadakan di Kampung Sidodadi Ujung Kijang berakhir hari ini. Pertandingan yang sudah berlangsung 12 hari ini diikuti lebih dari 40 tim dari kampung-kampung ( RT/RW ) yang tersebar di kecamatan Bintan Timur. Final hari ini mempertemukan Tim Voli kampung Sidodadi Ujung sebagai tuan rumah  dan Tim Kampung Budi Mulia sebagai tamu.

Pertandingan Final ini akhirnya dimenangkan oleh Tim Tamu Kampung Budi Mulia dengan skor telak 3-0 (8-25; 4-25 dan 12-25). Pertandingan ini sempat heboh karena dua pemain tim inti Sidodadi Ujung tiba-tiba kram dan lemas dilapangan tanpa sebab di pertengahan babak pertama. Dua pemain itu adalah pemain “naturalisasi” yang dipinjam dari Penyengat, Tg Pinang, kehebatan dua pemain”asing” ini adalah mampu mengantarkan Tim Kampung Sidodadi sebagai tuan rumah ke Final. Beredar rumor di penonton bahwa Tim Lawan sengaja “melumpuhkan” kedua pemain tersebut dengan menggunakan mistik, karena ditemukan tai kucing dilapangan.

Alhasil setelah insiden itu permainan Tim Sidodadi Ujung jadi lemah, beberapa kali terjadi kesalahan, dan smas-smash yang dilepaskan dapat diantisipasi tim lawan yang memang jangkung-jangkung dan muda-muda. Sedang Tim Sidodadi Ujung tersisa hanya pemain lokal yang terdiri dari mbak-mbak yang sudah berumur. Permainan menjadi tidak seru lagi, padahal dukungan penonton sangat ramai. Tim Sidodadi Ujung dipermalukan didepan pendukungnya. Harapan untuk menjuarai turnamen kali inipun gagal.

Pertandingan ini ditutup oleh Kadispora Kab. Bintan. Juara I: Budi Mulia, Juara 2 : Sidodadi Ujung dan Juara 3 : Senbad.  Pada berita ini dituliskan maih berlangung acara orgen tunggal dan permainan domino antar warga sebagai hiburan malam  di akhir turnamen ini.

Berikut photo-photo pertandingan Bola Voli Wanita tersebut:

1367761146784120044

13677612561457891868

Begitulah dinamika olahraga antar kampung, selalu disisipi hal mistis. Sejak zaman penulis muda hingga sekarangpun semua masih saja ada. Penulis masih ingat waktu SMA dulu pernah mewakili kampung penulis menjadi striker di tim sepakbola kampung. Pada satu pertandingan penulis pernah merasakan kram secara tiba-tiba padahal selama bermain bola tidak pernah terjadi.  Oleh “pawang” tim kami pada pertandingan berikutnya di sepatu kami dimasukkan daun kelor.  Hebatnya kaki kami tidak ada lagi kram dan bisa memenangkan pertandingan. Ada lagi cara lain agar menang seperti (maap) mengencinngi gawang lawan agar bisa kita bobol. Aneh-aneh saja. Coba, ya..bisa diterapkan di pertandingan profesional, perdukunan kita kan hebat-hebat, tentu timnas kita bisa menang terus hehehe…salam olahraga tarkam!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Kasus Florence Sihombing Mengingatkanku akan …

Bos Ringo | | 03 September 2014 | 06:01

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 08:38


TRENDING ARTICLES

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 3 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 4 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Tur Eropa dan Blunder Lanjutan Timnas U-19 …

Mafruhin | 7 jam lalu

Catatan Perjalanan: +Nya Stasiun Kereta Api …

Idris Harta | 8 jam lalu

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 8 jam lalu

Orangtua yang Terobsesi Anaknya Menjadi …

Sam Edy | 8 jam lalu

Indo TrEC 2014 : Mengurai Kekusutan Lalu …

Wahyuni Susilowati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: